Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mobilitas Truk Pengangkut Pasir di Desa Penataran Kabupaten Blitar Bikin Warga Resah

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 4 Januari 2024 | 14:00 WIB
JALAN RUSAK: Truk penambang sedang dialihkan menuju jalan khusus yang sudah ditunjuk desa.
JALAN RUSAK: Truk penambang sedang dialihkan menuju jalan khusus yang sudah ditunjuk desa.

BLITAR – Mobilitas truk pengangkut pasir di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Blitar, kembali membuat warga resah. Selain licin, kendaraan berat ini juga memicu jalan bergelombang.

Informasinya, lalu lalang truk tersebut menganggu aktivitas masyarakat sejak pagi. Tak jarang, karena mobilitas padat, aktivitas mengantar ke sekolah juga terhambat.

“Kalau sudah berbaris mau lewat itu susah, bisa tujuh kendaraan truk dalam satu waktu. Terutama ketika berpapasan dengan yang datang dan pergi, warga sering kesulitan. Khususnya ketika anak sekolah yang mau berangkat bertepatan dengan ramainya truk,” ujar Semi, warga setempat.

Selain menghambat akses masyarakat, ramainya kendaraan truk yang lewat juga membuat jalanan licin. Pasalnya, pasir yang di bawa truk merupakan pasir bekas cucian dan mengucur ketika truk melewati kawasan pemukiman.

“Bahkan karena jembreke (becek, Red) dan licinnya jalan, ada yang sampai terjatuh dan luka-luka. Airpun juga sampai menggenang,” ujarnya.

Ketika musim kemarau datang, mobilitas truk ini memicu debu berterbangan hingga ke halaman dan rumah warga. Selain itu, karena seringnya kendaraan berat lewat dan over load, jalanan menjadi bergelombang dan terkadang terdengar gemuruh, membuat warga semakin resah.

Perangkat Desa Penataran, Suyoko menjelaskan bahwa pihaknya sudah bergerak. Tindakan yang bisa dilakukan sementara ini adalah pengalihan jalur agar truk bermuatan ini tidak lagi mengganggu akses warga.

“Tujuannya itu agar tidak semua jalan rusak. Jalan ini ke utara itu sudah bergelombang, kami tidak ingin ini semakin parah. Yang paling parah itu saat pagi, banyaknya truk yang membawa pasir cucian membuat jalanan becek,” terangnya.

Menurut pengakuannya, pengalihan jalan ini sudah dilaksanakan sejak Kamis pekan lalu. Dia mengaku ada ratusan kendaraan yang hilir mudik dalam sehari.

“Selain muatan yang melebihi kapasitas, jumlah truk yang lewat itu cukup banyak. Hanya musim liburan seperti ini yang sedikit. Mungkin sekitar 90-an kendaraan dalam sehari,” jelasnya.

Sejauh ini, truk yang melewati jalan ini biasa memuat berbagai material hasil tambang. Seperti pasir dan batu.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#warga resah #Kabupaten Blitar #jalan rusak #truk pasir