Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Telur Dinilai Masih Dibawah Standar, Kabid Disnakkan Berharap Peternak Lakukan Hal ini

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 4 Januari 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi Peternak
Ilustrasi Peternak

BLITAR - Penururnan jumlah produksi telur ayam di Kabupaten Blitar, simpan efek domino bagi perekonomian masyarakat.

Pemkab menyebut, kondisi ini bisa diantisipasi bila para pelaku ternak mau membuka diri bergabung dengan asosiasi atau koperasi peternak ayam petelur.

Kepala Bidang (Kabid) Budidaya dan Pengembangan Peternakan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar Indriawan Wicaksono menjelaskan bahwa, pada 2019-2020 jumlah peternak mencapai 4.321 orang. Pada 2020- 2021 menjadi 3.805 orang dan pada 2021-2022 mencapai 3.286 orang. Sedangkan 2022-2023, tercatar ada sekitar 15.900 juta ekor ayam layer dengan jumlah peternak mencapai 3.190 orang.

“Tahun lalu BPS juga melakukan sensus. Tetapi hasilnya masih belum dirilis. Diharapkan dengan adanya sensus tersebut datanya bisa ada kenaikan. Kalau kami hanya melakukan pendataan di beberap tempat saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari 15.900 ekor ayam, wilayah Bumi Penataran bisa memproduksi sejumlah 500 -700 ton dalam sehari. Menurutnya, jumlah turunnya peternak disebabkan oleh berbagai faktor.

Diantaranya, pandemi Covid-19 pada 2020 dan kenaikan harga pakan ternak yang terjadi secara signifikan.

“Padahal, untuk BEP (break even point, Red) peternak seharusnya ada di angka Rp22 ribu. Kalau masih seperti ini, tiap hari peternak itu dipaksa rugi Rp1.000 per kg. Padahal harga Rp22 ribu itu masih terbilang impas,” lanjutnya.

Dia berharap, para peternak di Blitar bisa tergabung dalam koperasi dan asosiasi, sehingga harga jual telur bisa lebih tinggi.

Sejauh ini ada lembaga dengan rincian 3 asosiasi dan 6 koperasi. Selain itu, untuk mengatasi harga pakan yang cenderung tinggi, dia mengimbau agar para peternak bisa membuat pakan sendiri.

“Tiap tahun itu permasalahnya ya pakan. Karena jagung di Blitar sendiri tidak bisa mencukupi kebutuhan pakan ternak di Blitar,” ujarnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Kabupaten Blitar #peternak ayam petelur #Disnakkan #ternak