BLITAR – Angin kencang yang terjadi di wilayah Bumi Penataran Rabu (3/1/2024) menyebabkan pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan rumah warga. Tercatat, empat kecamatan terdampak bencana yang ditimbulkan oleh puting beliung itu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengatakan, sementara ada empat kecamatan yang terdampak angin kencang.
Kejadian pertama adalah pohon tumbang di Desa Mangunan dan Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu.
“Desa Sukorejo ada di dua lokasi kejadian. Satu pohon tumbang menutup akses Jalan Raya Kediri–Blitar dan satu lagi menimpa kabel listrik. Sedangkan di Desa Mangunan, pohon menimpa kandang puyuh dan satu rumah warga hingga atap asbesnya lepas,” ujar Ivong saat dikonfirmasi usai melakukan pengecekan lokasi kejadian.
Selain Kecamatan Udanawu, puting beliung juga terjadi di desa Bacem, Kecamatan Ponggok. Yakni, pohon tumbang menimpa 2 rumah warga.
Tidak hanya itu, pohon tumbang menimpa 2 rumah di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok; 2 rumah di Desa di Kedungbunder, Kecamatan Sutojayan; dan 5 rumah di Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan.
Menurut Ivong, bencana ini tejadi dalam rentang pukul 13.00-14.30. Ditandai dengan cuaca mendung yang terjadi di hampir seluruh wilayah Blitar Raya.
Begitu terjadi pohon tumbang, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan BPDB, sebelum akhirnya dilakukan evakuasi kepada warga sekitar dan batang pohon yang tumbang.
“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Bencana angin kencang ini memang tidak bisa kami prediksi. Namun, situasi mendung, geografis, suhu, dan lainnya bisa berpotensi munculnya angin kencang,” ungkapnya.
Meskipum begitu, masyarakat kudu waspada. Sebab, datangnya angin kencang tidak bisa diperkirakan. Masyarakat bisa melakukan langkah-langkah preventif seperti halnya memperkuat atap rumah.
Koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga perlu dilakukan jika warga menemukan adanya pohon besar berdahan lebat.
Ivong menegaskan, semua daerah di Kabupaten Blitar memiliki potensi untuk dilanda angin kencang. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu.
Hanya Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Srengat yang dikategorikan sebagai wilayah rawan bencana angin puting beliung.
“Potensi angin kencang merata di seluruh wilayah Blitar Raya. Kami tidak bisa bilang rawan. Karena kejadian terdahulu tidak bisa dijadikan patokan,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra