Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Keluarga Sinyo Sang Korban Pembunuhan Bakal Relokasi Shelter, Pemilik Hewan Diimbau agar Mengambil Peliharaanya

M. Luki Azhari • Jumat, 5 Januari 2024 | 17:57 WIB

 

Penangkaran Hewan
Penangkaran Hewan

BLITAR- Tewasnya Ragil Sukarno Utomo alias Sinyo, pemilik selter di Jalan Sulawesi, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, membuat keluarga memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan selter tersebut. Pihak keluarga berencana merelokasi selter untuk menampung hewan-hewan tersebut.

Seperti diketahui, selter milik Sinyo beroperasi sejak 8 tahun terakhir. Aktivitas selter diyakini sulit bergulir lantaran perempuan berambut cepak itu tewas bersama sang asisten, Luciani Santoso, 53.

Keduanya meregang nyawa usai dihabisi oleh pekerjanya sendiri, Azza Farhadinata, 21, warga asal Kediri.

Kakak korban, Joko Soekrisno, kemarin (4/1) menyebut bahwa dalam waktu dekat akan membersihkan area penitipan dan penampungan hewan itu.

Termasuk tidak lagi menjalankan kegiatan serupa. Hewan yang ditampung sebelumnya akan dipindahkan ke selter lain.

 Baca Juga: Terungkap Ternyata Shelter Milik Sinyo yang Tewas di Tangan Anak Buahnya Tak Kantongi Izin, DKPP Kota Blitar Ungkap Faktanya

“Yang pasti akan dibersihkan semuanya. Rencananya, kami mencari selter baru yang baik. Yang mau menampung dan memindahkan itu semua. Mau saya serahkan semuanya itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Tepat saat kasus pembunuhan itu terkuak pada Senin (1/1/2024) lalu, pihaknya menyerahkan pengelolaan selter kepada aktivis hewan, Prima Yudhistira.

Lantaran timbul perselisihan selama mengelola selter dengan sejumlah pihak, keluarga lantas memilih mengelola sendiri.

“Setelah berjalan tiga hari, ternyata banyak masukan negatif ke saya. Akhirnya ada yang bertengkar di rumah. Saya sendiri malu didengar masyarakat,” katanya.

Adapun lebih dari 50 ekor anjing dan kucing itu sebagian di antaranya adalah titipan. Untuk itu, pihaknya meminta pemilik segera mengambil hewan titipan seiring proses pembersihan selter tersebut.

 Baca Juga: Pembunuhan Terhadap Pemilik Shelter Hewan di Kota Blitar Ternyata Sudah Direncanakan, Ini Motivasi Tersangka hingga Tega Habisi Nyawa Majikannya

Rencana pemindahan hewan itu tak lepas dari sejumlah faktor. Salah satunya lokasi selter berada di tengah permukiman padat penduduk. Jaraknya pun cenderung dekat dengan masjid.

“Selter itu kan memang sudah terjadi, sudah berdiri. Sebenarnya masyarakat mendukung, tapi juga memarahi,"

"Tapi kami komitmen, karena di belakang masjid, kita juga tahu diri. Makanya mau dibersihkan,” jelasnya.

Terpisah, aktivis hewan sekaligus pelatih anjing, Prima Yudhistira tak menampik bahwa sempat mendapat wewenang untuk mengelola selter.

Hal itu disampaikan keluarga dan disaksikan kepolisian serta warga setempat. Namun, saat ini dirinya sudah tidak campur tangan merawat selter.

 Baca Juga: Terungkap, Alasan Pelaku Tega Habisi Majikan di Rumah Penampungan Hewan di Kota Blitar, Ternyata Karena....

Menurut dia, konflik akibat kecemburuan sosial muncul dari salah satu pihak dari luar daerah.

“Ada seorang datang mengatasnamakan istri pejabat tinggi, lalu mengatur kami semua. Laporan beberapa warga, mereka menghasut dengan bahasa yang kurang baik dan akhirnya timbul konflik di media sosial,” jelasnya.

Selter saat ini dikelola oleh pihak keluarga korban. Untuk sementara, pihak keluarga memperkerjakan dua orang warga sekitar untuk pembersihan dan memberi makan anjing, kucing, dan monyet setiap hari.

Di sisi lain, Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno turut membuka posko penanganan anjing dan kucing yang berada di selter hewan milik korban.

Dia meminta masyarakat yang menitipkan hewan di selter korban bisa berkoordinasi di posko untuk pengambilan hewan peliharaannya.

 Baca Juga: Satresnarkoba Blitar Bongkar 100 Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Kapolres Blitar Tuturkan Rinciannya

“Posko dibuka di Polres dan Polsek Sananwetan. Hewan peliharaan yang dititipkan bisa diambil, tapi melalui koordinasi dan prosedur yang tepat,” tandasnya.

Sebelumnya, jasad dua perempuan ditemukan membusuk di selter hewan di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Senin (1/1/2024) lalu. Hal ini bermula dari kecurigaan warga setempat yang mencium bau menyengat.

Lantaran penasaran, warga kemudian membuka paksa pintu gerbang. Mereka terkejut ketika mendapati perempuan tewas bersimbah darah di teras dan area dapur. Berdasarkan identifikasi polisi, dua korban adalah perempuan pemilik selter, Ragil Sukarno Utomo alias Sinyo, 50, dan asisten rumah tangga (ART) Luciani Santoso, 53, asal Surabaya.

 Baca Juga: 4 Kecamatan di Kabupaten Blitar Diterjang Anging Kencang, BPBD Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Keduanya meregang nyawa usai dibunuh seorang pekerja di selter, yakni Azza Farhadinata alias AF, warga Kediri, pada Sabtu (30/12/2023) dini hari menggunakan golok.

Pemuda 21 tahun ini nekat membunuh gegara sakit hati karena nominal gaji di iklan lowongan kerja media sosial tak sesuai kenyataan. AF dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#tewas #korban pembunuhan #sifat #pembunuhan #Kota Blitar