Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Kabupaten Blitar

Mohammad Syafi'uddin • Jumat, 5 Januari 2024 | 23:02 WIB
MENDUNG: Pengguna jalan melintas di ruas Jalan Nasional 3 di Desa Pojok, Kecamatan Garum, saat hujan kamis (4/1).
MENDUNG: Pengguna jalan melintas di ruas Jalan Nasional 3 di Desa Pojok, Kecamatan Garum, saat hujan kamis (4/1).

BLITAR– Masyarakat Kota Blitar harus meningkatkan kewaspadaan pada awal tahun ini.

Sebab, cuaca ekstrem diprediksi bakal berlangsung selama sepekan ke depan. Potensi bencana susulan juga wajib dijadikan perhatian oleh seluruh pihak.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Ahmad Luthfi menuturkan bahwa hujan dibarengi dengan angin kencang selama pergantian musim terbilang wajar.

“Memang ini (hujan dan angin, Red) merupakan kondisi yang lumrah terjadi karena sedang memasuki musim penghujan,” ujarnya.

Kemudian untuk hari ini (5/1), BMKG memprediksi bakal terjadi hujan dengan intensitas ringan. Yakni, pada pukul 10.00, 13.00, dan 16.00. Dengan intensitas suhu mulai dari 25-30 derajat Celsius dan arah angin menuju ke selatan, tenggara, dan timur.

 Baca Juga: Pikap Tertimpa Pohon Randu Akibat Angin Kencang di Blitar, Begini Kondisi sang Sopir

Dia menambahkan, BMKG sudah menerbitkan edaran berisi prediksi kondisi cuaca yang terbilang ekstrem ini. Dalam edaran yang dimaksud, juga disampaikan bahwa kondisi ini dimungkinkan terjadi selama periode 4-10 Januari.

“Potensi cuaca ekstrem itu berpeluang terjadi pada 4-10 Januari tahun ini. Saya harap masyarakat dapat lebih waspada ketika keluar rumah,” lanjutnya.

Hal yang tak boleh luput adalah soal potensi munculnya bencana hidrometeorologi yang terjadi selama masa peralihan musim. Di antaranya, hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, putiung beliung, hingga terjadinya hujan es.

“Tidak hanya itu, masyarakat juga kudu hati-hati dengan curah hujan sedang hingga lebat. Terutama yang diseratai dengan petir dan angin kencang. Begitu juga untuk wilayah yang memiliki topografi tidak rata, masyarakat diharuskan hati-hati,” ujarnya.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda Shanas Prayuda mengungkapkan, cuaca hujan berpotensi terjadi hingga Februari mendatang.

“Adapun puncak musim penghujan pada tahun ini diprediksi sama dengan tahun lalu. Yaitu, pada periode Januari-Februari,” sebutnya.

Dalam beberapa waktu belakangan, lanjut Shanas, beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki puncak musim penghujan.

Kondisi itu disebabkan oleh adanya angin monsun Asia musim dingin yang diasosiasikan menjadi musim angin barat. Hal itu berdampak terhadap potensi peningkatan massa udara basah.

Terutama dengan adanya aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta terbentuknya pola pertemuan angin dan belokan angin.

Hal ini menyebabkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan selama sepekan ke depan dan bahkan diperkirakan cukup intens.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#cuaca ekstrem #bmkg #Kabupaten Blitar #bencana alam