BLITAR-Menjamurnya klinik kecantikan di masyarakat dimaknai oleh Nurul Hidayah sebagai tantangan tersendiri.
Tak sedikit masyarakat bingung menentukan pilihan dalam upaya perawatan tubuhnya.
Dari sana, dia berniat untuk menawarkan perawatan kecantikan yang memberi pelayanan prima.
Pengalaman pribadi juga jadi salah satu alasan baginya untuk mendirikan sebuah klinik kecantikan.
Dia menyebut tak jarang dibikin pusing dengan jenis perawatan dan skincare apa yang cocok untuk mengatasi masalah jerawat.
“Saya punya masalah jerawat. Lalu, saya coba salah satu skincare untuk mengatasi masalah jerawat ini. Ternyata cocok sama salah satu brand skincare, dan jadi terinspirasi buat klinik kecantikan yang treatment-nya menggunakan brand ini,” ujar Nurul saat diwawancarai.
Nurul menegaskan, proses aplikasi treatment tak boleh dilakukan sembarangan. Banyak literatur jurnal ilmiah yang ia lahap guna memastikan pelayanan kepada pelanggan tidak mengecewakan.
Rupanya cara ini manjur untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan bisnis.
“Sebelumnya pasti selalu baca-baca jurnal penelitian terlebih dahulu. Jadi nggak ikut-ikutan tren perawatan yang sedang naik. Menyediakan yang basic dan paham kandungan apa yang baik dan tidak baik untuk kulit, jadi hasilnya benar-benar ada manfaatnya,” tutur perempuan asli Blitar ini.
Selang beberapa tahun, bisnis yang telah ia lakoni sejak 2017 ini kian populer di masyarakat.
Bahkan, lanjut Nurul, klinik kecantikan yang didirikannya kini sudah punya ribuan followers di akun Instagram. Dia mengaku bahwa ini merupakan indikasi para pelanggan puas dengan pelayanan kliniknya.
Baca Juga: Tips Jaga Kelembaban Kulit Menurut Dokter Kecantikan
“Saya selalu memastikan treatment yang disediakan ada manfaatnya. Jadi, klaim yang kami tulis di benar-benar bisa terbukti. Sehingga konsumen itu pasti akan datang lagi ketika mereka puas dan merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Nurul menerangkan bahwa usaha klinik kecantikan ini merupakan kali pertama baginya.
Meski tak punya pengalaman dan bekal yang cukup untuk berjualan, hal itu tetap tak mematahkan semangatnya untuk berwirausaha. Dia juga memastikan bahwa pasang-surut dalam dunia bisnis jadi hal lumrah.
“Tapi kebanyakan orang yang mau berwirausaha biasanya takut untuk memulai. Padahal sebenarnya mulai aja dulu dan produktif. Nanti seiring waktu, kamu akan ketemu jalannya sendiri,” katanya.
Perempuan berjilbab ini mengaku bersyukur, karena berkat usaha kliniknya, kini dia bisa mengangkat derajat keluarganya. Yang tak kalah penting, dia juga bisa membuka lapangan kerja bagi orang-orang sekitar.
“Sekarang punya dua tim yang bantu-bantu. Ke depan, semoga tambah banyak pelanggan dan bisa bermanfaat untuk para wanita dan masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra