BLITAR - Suasana sudut ruang Perpustakaan Proklamator Bung Karno lantai satu sedikit berbeda dari biasanya. Terdapat spot baru di sudut ruangan seluas sekitar 3x3 meter tersebut. Sejumlah pengunjung berkerumun di ruangan tersebut.
Mereka melihat-lihat sejumlah koleksi foto di ruang spot tersebut. Foto-foto itu mengenai dokumentasi pemilu perdana pada 1951. Selain itu, ada juga infografis seputar perjalanan pemilu dari masa ke masa.
Ya, itulahRPP milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar. Ruang sudut Perpustakaan Bung Karno di lantai satu itu disulap menjadi spot anyar bagi pengunjung perpustakaan maupun Makam Bung Karno (MBK).
Perpustakaan Bung Karno dipilih karena selain menjadi sarana rekreatif, sekaligus destinasi wisata yang edukatif dan literatif.
Baca Juga: Sebar Ratusan Personel Polisi, Amankan Kunjungan SBY di Makam Bung Karno
Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam mengungkapkan, pendirian RPP berawal dari diskusi kecil yang dilakukan oleh teman-teman anggota KPU Kota Blitar. Dari situ, muncul keinginan untuk mendirikan RPP hingga akhirnya diusulkan ke pusat.
“Alhamdulillah disetujui dan akhirnya berhasil diresmikan,” ungkapnya.
RPP diresmikan pada 23 Desember 2023 lalu. Peresmian dihadiri Wali Kota Blitar Santoso. Pendirian RPP bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat tentang kepemiluan dan diharapkan menarik partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dalam setiap pemilu.
Umam mengatakan, RPP sudah didirikan di beberapa daerah di Indonesia. Kota Blitar merupakan daerah keempat yang mendirikan rumah pintar pemilu tersebut.
“Sebelumnya ada di Taman Pintar Jogjakarta, Minahasa, dan Kota Batu. Dan, Kota Blitar ini yang keempat di Perpustakaan Bung Karno,” terangnya.
Umam ingin orang atau pengunjung yang datang tidak sekadar melihat-lihat RPP. Namun, bisa belajar tentang sejarah pemilu. Khususnya bagi kalangan anak muda atau generasi milenial.
Selain berisi foto-foto dokumentasi pemilu pertama pada 1955, di sana juga dilengkapi infografis. Masyarakat belajar sejarah melalui infografis tersebut.
“Semua foto dokumentasi tersebut resmi kami dapatkan dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia, Red). Tidak semua foto bisa kami pasang karena keterbatasan ruang. Sebagian kami tampilkan melalui digital,” ujarnya.
Selain foto, RPP juga menyajikan dokumentasi berbentuk video. Sebagian foto dan dokumentasi ditampilkan secara digital untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi kepemiluan.
Tak hanya memajang foto sejarah tentang pemilu pertama, di RPP juga dipajang foto para pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden yang akan bertarung di Pemilu 2024.
Ada tiga gambar paslon yang dipajang, mulai paslon 01 Anis-Cak Imin, paslon 02 Prabowo-Gibran, dan paslon 03 Ganjar-Mahfud. Pengunjung tampak antusias melihat-lihat berbagai koleksi foto sejarah tentang pemilu di Indonesia.
Salah satu pengunjung,Eoudia Dias mengatakan, RPP merupakan tempat bagus untuk belajar sejarah, terutama mengenai pemilu. Di sini, masyarakat khususnya anak muda bisa mengetahui sejarah pemilu pertama di Indonesia.
“Menarik banget tempatnya. Selain foto juga ada infografis yang bagus,” terangnya.
Diamengaku baru pertama berkunjung ke Perpustakaan Bung Karno. Termasuk berwisata di MBK. “Kebetulan ini juga berkunjung ke rumah saudara di Blitar, sekalian liburan,” kata warga asal Semarang ini.
Pengunjung lain, Rebeca Sekar Ayu mengungkapkan hal senada. Dia tertarik dengan salah satu spot yang ada di Perpustakaan Bung Karno.
“Tempatnya bagus dan menarik. Di sini bisa belajar sejarah,” ungkapnya.
Ke depan, KPU tidak sekadar menyuguhkan sejarah tentang pemilu nasional dari masa ke masa. Namun, juga ingin menyajikan perjalanan sejarah pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Blitar.
“Tujuannya agar masyarakat Kota Blitar tahu bagaimana sejarah pilkada tersebut. Termasuk di Kota Blitar dari masa ke masa,” tandas Umam. (*/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah