BLITAR - Belum semua wilayah di Kabupaten Blitar terfasilitasi sinyal internet memadai atau daerah blank spot. Sedangakn daerah itu terbanyak di wilayah Selatan atau kawasan pesisir Blitar.
“Misalkan di Pantai Serit, kami sudah mengecek di sana. Sinyal memang tidak ada. Bahkan di beberapa wilayah lain ada yang melemah hingga sampai tidak ada,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika Stastistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar, Herman Widodo, Sabtu (6/1/2024).
Selain itu, ada wilayah lain kesulitan sinyal. Termasuk di Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi, Blitar. “Ada juga di wilayah utara, saya kurang ingat titik lokasinya. Kemungkinan ada 10 wilayah dan terbesar di pantai selatan (pansela),” lanjutnya.
Menurut dia, sulitnya jaringan sinyal disebabkan beberapa faktor. Termasuk terkendala struktrur geografis pegunungan.
“Kami akan terus mengupayakan agar sinyal di pansela bisa kuat dan sebanding dengan daerah lain. Kini masih saya carikan program penguatan sinyal tahun ini,” tandasnya.
Dia mengaku, di Pantai Serang dulu juga mengalami kejadian serupa. Untuk menyelesaikan permasalahan ini diskominfotiksan tidak ada anggaran, maka meminta bantuan ke Kementerian Kominfo agar bisa terselesaikan.
Dia menyatakan, apalagi dengan pembangunan jalur lintas selatan (JLS) destinasi pantai menjadi pilihan alternatif untuk berlibur. Terutama beberapa pantai yang viral. Ada Pantai Serit, Pantai Pudak. Maka perlu segera dituntaskan persoalan sinyal sulit untuk kenyamanan pengunjung.
Diskominfotiksan, lanjut dia, terus berupaya membangun jaringan fiber optic agar masyarakat di kawasan lain di kabupaten ini tidak lagi kesulitan sinyal.
Yakni bekerjasama dengan beberapa provider jaringan agar proyek ini segera terlaksana.
“Dengan luasan besar, pembangunan tidak bisa serentak. Alternatif lain bisa mengandalkan dari bantuan perusahaan seperti corporate social responsibility (CSR) ini ya bertahap,” jelasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra