Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jarang Diketahui, Begini Cerita Mistis Keberadaan Burung Blekok di Pohon Beringin Alun-Alun Kota Blitar

Muhammad Bay Haki • Senin, 8 Januari 2024 | 20:00 WIB
Cerita mistis yang ada di pohon beringin tempatnya di alun alun blitar
Cerita mistis yang ada di pohon beringin tempatnya di alun alun blitar

BLITAR - Sering banyak ditemui di alun-alun kota Blitar binatang berwarna putih ini ternyata memiliki mitos mistisyang sangat mengerikan.

Binatang dengan bulu berwarna putih bersih itu telah menjadi penghuni pohon beringin alun-alun Blitar sejak lama.

Binatang tersebut adalah ratusan burung kuntul yang seolah menjadi ikon alun-alun Kota Blitar karena keberadaannya.

Dianggap biasa saja, namun ternyata burung kuntul penghuni alun-alun Kota Blitar itu memiliki mitos mistis yang mengerikan.

Ada dua sisi mitos burung kuntul. Ada mitos mistis yang mengerikan adapula mitos baik seputar burung kuntul.

Burung kuntul dipercaya bisa mendatangkan kejayaan. Namun burung ini memiliki pantangan bagi siapapun yang ingin memeliharanya.

Pada salah satu pantangannya adalah dilarang memakan dagingnya. Dipercaya jika burung kuntul dimakan dagingnya, maka akan mendatangkan kesialan.

Selain pantangan memakan daging burung kuntul, binatang satu ini konon juga tak boleh diburu.

Mereka yang nekat memburu burung kuntul, dipercaya akan mendapatkan kesialan sepanjang hidupnya.

Sama seperti apa yang dialami si burung saat diburu. Misalnya, ketika ada orang yang memburu burung kuntul dengan cara ditembak, maka si pemburu dipercaya juga akan mengalami nasib yang sama. 

Keberadaan burung-burung inilah yang membuat para makhluk halus tersebut seperti terhibur dan tidak mengganggu manusia.

Keberadaan burung Kuntul, Blekok atau Bangau juga diyakini akan membawa kejayaan bagi pemilik pohon yang dihinggapi.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sejarah #Kabupaten Blitar #Alun Alun Blitar #mistis #Cerita #Kota Blitar