Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perbaikan Lapak di Alun-Alun Kota Blitar Ditanggung Pemkot

M. Luki Azhari • Selasa, 9 Januari 2024 | 17:31 WIB
GERAK CEPAT: Sejumlah petugas DLH Kota Blitar dan jajaran kepolisian membersihkan titik pohon beringin tumbang di Alunalun Kota Blitar, Senin (8/1).
GERAK CEPAT: Sejumlah petugas DLH Kota Blitar dan jajaran kepolisian membersihkan titik pohon beringin tumbang di Alunalun Kota Blitar, Senin (8/1).

BLITAR - Perkumpulan pedagang Alun-Alun Kota Blitar mewanti-wanti Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar pantang lamban dalam menangani kerusakan lapak kontainer imbas pohon beringin yang tumbang pada Minggu (7/1/2024) lalu.

Pedagang terdampak berharap pemerintah secepatnya untuk memperbaiki demi jalannya mata pencaharian sehari-hari.

Sekretaris paguyuban pedagang Alun-Alun Kota Blitar, Septy menyatakan bahwa lapak tersebut sudah jadi mata pencarian pedagang.

Kerusakan akibat pohon beringin yang tumbang, kata dia, bukan perkara enteng. Selain karena kondisi belum pulih, rombong kontainer mereka remuk sehingga belum bisa berjualan.

“Dari peristiwa Minggu (7/1/2024) lalu, ada dua teman pedagang yang luka dan belum berdagang. Tadi pagi (kemarin, Red) alun-alun masih pembersihan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (8/1/2024).

Perempuan berkaca mata ini mencatat terdapat 4 rombong rusak parah dan 2 rombong lainnya rusak ringan. Estimasi kerugian riil mencapai Rp50 juta.

Draf laporan kerugian ini telah dilayangkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar agar ditindaklanjuti.

Sesuai komunikasi dengan Pemkot Blitar, jelas dia, lapak rusak tersebut akan ditanggung pemerintah.

Menurutnya, keputusan itu harus segera terealisasi, mengingat mayoritas pedagang menggantungkan nasib dengan melapak di alun-alun setiap harinya.

“Kalau mereka tidak secepatnya dagang, ya mau makan sama apa? Dampak akibat ini juga tidak main main,” sambungnya.

Terpisah, Wali Kota Santoso mengatakan, pihaknya melalui instansi terkait telah bergerak menangani dampak pohon tumbang tersebut.

Misalnya, membersihkan area lapak yang dilakukan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar.

Selain itu, pemkot menyalurkan bantuan kepada korban luka akibat tertimpa pohon tumbang.

“Kami turut salurkan bantuan yang kena musibah, baik warga kota atau kabupaten. Sudah kami tugaskan instansi terkait untuk meluncur,” tuturnya usai meninjau kondisi Alun-alun Kota Blitar, kemarin.

Santoso menyadari peristiwa itu merupakan musibah. Sebagai tindak lanjut atas aspirasi pedagang, disperindag bakal menginventarisasi rombong-rombong yang rusak.

Pemkot mengkaver seluruh kerusakan lapak akibat musibah tersebut.

“Akan kami bantu perbaikan kembali supaya lapak yang tidak bisa difungsikan segera bisa diperbaiki. Sehingga, mereka yang kena musibah dapat berjualan lagi,” paparnya.

Jumlah pohon beringin di pusat kota itu berjumlah lebih dari 5 pohon. Paling banyak tersebar di alun-alun sisi timur, berdampingan dengan tenda pedagang kaki lima (PKL).

Dia meminta masyarakat tetap waspada, di samping perabasan dahan rutin yang sudah dilakukan oleh DLH Kota Blitar.

“Masih ada beberapa pohon. Kami berharap tidak terjadi lagi. Musibah tidak bisa diprediksi. Kami sifatnya mengimbau, agar tidak berteduh di bawah pohon beringin,” ujar Santoso.

Sebelumnya, salah satu pohon beringin setinggi lebih dari 10 meter tumbang usai diterjang hujan deras dan angin kencang pada Minggu (7/1) pukul 14.30.

Pohon tumbang menimpa rombong jualan pedagang. Ada 10 korban luka dalam peristiwa tersebut. Satu diantaranya anak-anak.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Alun alun #pohon tumbang #alun alun kota blitar #Kota Blitar #Diperindag