BLITAR - Beraneka produk mulai tas, dompet, gantungan kunci, hingga tempat tisu, itu memenuhi ruangan sederhan.
Sejumlah produk itu merupakan hasil karya Ismiati yang berbahan kulit imitasi.
“Saya sudah 20 tahun lebih membuat kerajinan ini. Dulu awalnya cuma dititipkan ke kerabat yang berjualan di sekitar makam Bung Karno. Sekarang sudah punya lapak dan dijual sendiri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, ditemui di lapaknya, pusat oleh-oleh MBK, Senin (8/1/2024).
Kulit sintetis dipilih karena mudah didapatkan dan harganya cukup murah. Namun, tetap terlihat elegan karena ada efek glossy atau mengkilap. Intinya, banyak kelebihan dari penggunaan kulit sintetis.
Salah satunya adalah bisa awet dan tahan lama. Sebab, melalui proses penyamakan. Meski tren fashion terus berkembang, penggunaan kulit sintetis akan tetap populer.
“Kalau dirawat dan disimpan dengan baik bisa bertahan hingga puluhan tahun,” katanya.
Perempuan 50 tahun ini menambahkan kulit sintetis dibuat dari berbagai macam jenis yang hampir sama dengan kulit aslinya. Seperti glossy, motif, dan warna yang bisa dikembangkan sesuai selera.
Meski banyak perajin yang menggunakan bahan serupa, Ismiati selalu mengandalkan kulitas kerajinan produksinya. Selain itu dari motif-motif yang dibuat.
Misalnya, motif bunga, ornamen, hingga kreasi tulisan yang bisa disesuaikan dengan pesanan.
“Seperti ada tulisan Blitar atau Bung Karno. Bisa juga nama orang. Intinya sesuai pesanan konsumen,” ujarnya.
Selain dijual sebagai oleh-oleh khas Blitar, Ismiati juga melayani pesanan dalam jumlah banyak.
Biasanya untuk suvenir pernikahan seperti dompet atau card holder. Sementara itu, ada juga pesanan dari luar Kota, yakni Malang, Kediri, hingga Surabaya.
Harga jual juga bervariasi. Dompet dibanderol mulai Rp20- 35 ribu. Sedangkan tas disesuaikan dengan ukuran hingga motif yang dibuat. Mulai dari Rp50-100 ribu.
“Yang agak mahal itu ukiran tulisan karena cukup rumit dan butuh ketelatenan,” tandasnya. (*/sub)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra