BLITAR - Peneliti bidang ekonomi hijau dan pemerhati ekologi lingkungan, Palupi Puspitorini mengatakan, secara umum pembangunan proyek infrastruktur turut memperhatikan dampaknya. Terutama pada kondisi lingkungan.
Dia menilai harus ada perencanaan secara terukur dan optimal jika ingin melakukan pembangunan di sekitar pohon.
“Kalau jarak, selagi masih bisa, maka lebih jauh dari pohon itu lebih baik,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (9/1/2024).
Alternatif lain, lanjut dia, dalam pembangunan gorong-gorong bisa memperkuat fondasi pada sisi yang bersinggungan dengan akar pohon.
Namun, sebisa mungkin selama pembangunan tidak merusak akar-akar pohon.
“Kalau itu bisa dipertimbangkan dalam aspek pembangunan, maka akan lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga: Proyek Gorong-gorong Rusak Akar Pohon, Pembangunan Harus Perhatikan Aspek Lingkungan
Sebaliknya, untuk pembangunan saluran air harus memperhatikan kondisi sekitar. Utamanya yang dekat dengan pohon. Pada beberapa kasus, lanjut dia, akar pohon yang terus tumbuh juga dapat merusak struktur fondasi.
Adapun jarak pembangunan gorong-gorong dengan tanaman di jalan, kecil kemungkinan mendapat jarak yang lebar.
“Karena badan jalan tidak luas. Mungkin hanya setengah meter,” tutur perempuan yang juga Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Unisba Blitar ini.
Dia menyarankan pemerintah perlu lebih selektif memilih jenis tanaman berdasarkan akar. Menurutnya, tanaman dengan akar pertumbuhan ke bawah lebih aman.
“Sebetulnya bisa memilih pohon yang akarnya tidak lebar ke samping, karena bisa mencongkel fondasi gorong-gorong. Lebih aman yang menembus ke bawah,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra