BLITAR – Belum ditemukannya orang tua bayi yang diduga dibuang (ditelantarkan) di hutan Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Blitar, membuat Pemkab Blitar gercep mengambil langkah.
Utamanya, menyerahkan bayi ke UPT Pelayanan Sosual Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Selasa (9/1/2024).
Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinsos Kabupaten Blitar Farida Lumazah mengatakan, identitas orang tua bayi hingga kini masih tanda tanya.
Sehingga, bayi berjenis kelamin Perempuan yang ditemukan warga di Desa Maliran pada 31 Desember 2023 lalu itu diserahkan kepada Pemprov Jatim melalui dinas terkait.
“Untuk saat ini, kondisi bayi tersebut saat ini sudah sehat. Yang mana berat badan bayi tersebut sudah naik dan bisa dibilang normal usai mendapat perawatan intensif di RSUD Srengat,” ujar Farida.
Dia melanjutkan, bahwa bayi yang ditemukan petani ini belum memiliki wali. Maka makhluk mungil tersebut menjadi anak negara.
Maka, negara memiliki kewajiban untuk tetap merawat bayi tersebut sampai akhirnya dia mendapat orang tua asuh yang tepat. Maka dari itu, UPT PSAB akan memberikan pengasuhan dan perlindungan kepada bayi tersebut.
Untuk sementara itu, kepolisian terus melakukan penyidikan kasus untuk menemukan orang tua atau keluarga kandung.
Jika proses penyelidikan menemui jalan buntu, UPT PSAB akan mencarikan orang tua asuh agar dia bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak normal lainnya.
“Sehingga penyerahan bayi kepada UPT PSAB Sidoarjo untuk memperoleh layanan pengasuhan alternatif sementara,” akunya.
Menurut Farida, bagi warga yang hendak untuk mengadopsi bayi perempuan yang ditemukan di Alas Maliran ini dapat mengajukan permohonan ke UPT PSAB.
Dari permohonan tersebut akan dilakukan seleksi dengan syarat tertentu. Jika memenuhi syarat, PSAB akan mengundang calon orang tua asuh untuk memperkenalkan dengan calon anak angkat.
Baca Juga: Terkait Kasus Pembuangan Bayi di Ponggok, Polres Kota Blitar Periksa Lima Orang Saksi
Namun demikian, tahapan tersebut tentunya harus dilakukan dengan prosedur yang ketat agar bayi tersebut juga mendapat orang tua asuh yang tepat dan ideal.
Tentu dilihat latar belakang kondisi keluarga, kemampuan ekonomi dan latar agamanya, serta sehat jasmani.
“Kami mendoakan agar orang tua bayi ini dapat segera ditemukan. Namun bila tidak, ya sangat terpaksa menjadi anak negara dan nantinya bisa dicarikan orang tua asuh,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra