Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terletak di Tengah Tengah Kota Blitar, Ini dia Sejarah Makam Pangeranan. Peristirahatan Terakhir Para Pemimpin Kabupaten Blitar

Muhammad Bay Haki • Kamis, 11 Januari 2024 | 21:25 WIB
Makam sejarah pangeranan ini terletak di tengah tengah kota blitar.
Makam sejarah pangeranan ini terletak di tengah tengah kota blitar.

BLITAR - Di tengah-tengah Kota Blitar ada sebuah pemakaman yang berbeda dari makam pada umumnya.Pemakaman di tengah Kota Blitar itu berada di Lingkungan Gebang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Makam di tengah Kota Blitar itu berjajar rapi, beberapa diantaranya bahkan berada di dalam sebuah bangunan. Dilengkapi dengan kelambu yang menandakan jasad yang beristirahat di tempat tersebut bukan orang sembarangan.

Makam di tengah Kota Blitar itu bernama Makam Pangeranan Seperti namanya, tempat ini jadi peristirahatan terakhir sejumlah nama besar yang pernah memimpin Kabupaten Blitar. Makam Pangeranan adalah makam bupati-bupati yang pernah memimpin Kabupaten Blitar.

Pasarean Pangeranan adalah makam bupati-bupati yang pernah memimpin Kabupaten Blitar. Yang dimakamkan disini diantaranya Bupati Blitar ke-2 KPH Warsokoesoemo (1866-1896).

Bupat Blitar ke-3 KPH Sosrohadinegoro (1896-1917, pemilik pecut Samandiman), KPH Warsohadiningrat (1918-1942), Sarjono (Bupati Blitar ke-19) dan Siswanto Adi (Bupati Blitar ke-20). Di pasarean ini juga ada makam Bupati Malang ke-4 R.A.A Soerioadiningrat dan R.M.H.T Brotodiningrat (Bupati Madiun 1954-1956).

Serta makam R.Kartowibowo (penulis buku Adipati Aryo Blitar dan Rampogan Macan). Berkunjung ke tempat ini sangat menarik, kita menjadi tahu jika Blitar memiliki keterkaitan erat dengan Mataram Islam khususnya Puro Mangkunegaran.

Istri kedua Bupati KPH Warsokoesomo yakni KRA Nataningroem adalah Putri Solo dari Mangkunegaran. Dari pernikahanya pasangan ini berputra KPH Warsodiningat yang beristri Putri Solo dari Mangkunegara V.

Meski menjadi makam bersejarah, namun tempat ini tak dibuka untuk umum. Untuk bisa masuk harus sudah mendapatkan izin dari pengelola.(hak)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#sejarah #Kabupaten Blitar #keramat #mistis #makam #Kota Blitar