Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wisata Sejarah ke Makam Kyai Alif Ahmad Kasan yang Ada di Blitar

Muhammad Bay Haki • Kamis, 11 Januari 2024 | 20:14 WIB
Wisata yang begitu sejarahnya mistis jaman dahulu kala
Wisata yang begitu sejarahnya mistis jaman dahulu kala

BLITAR - Kyai Alif Ahmad Kasan, atau akrab dipanggil Mbah Kasan Bendo merupakan putra seorang Demang daerah Kulon Progo, setibanya di Blitar tepatnya di Kelurahan Bendo ( Nama daerah masa sekarang) beliau menempuh pendidikan agama yakni menjadi santri di pondok Dawuhan Blitar kala itu.

Tokoh sesepuh Bendo ini Lahir di Kulon Progo sekitar tahun 1819 an.Mbah Kasan Bendo merupakan tokoh sesepuh atau pemuka agama kala itu di daerahnya Bendo, Bendo sendiri merupakan nama daerah yang diambil dari nama pohon Bendo.

Pada rumah Mbah Kasan Bendo yang bercorak Jawa ini, ada sebuah kamar yang sempat menjadi tempat penggemblengan Supriyadi.

Hal yg unik saat itu, Supriyadi sebelum melakukan perlawanan kepada tentara Jepang sempat pernah dikurung pakai kurungan selama setengah hari ditutup kain mori istilah prasyarat dari Mbah Kasan Bendo sebelum menumpas tentara Jepang.

Mbah Bendo atau yang sebenarnya bernama Kyai Alif Ahmad Kasan merupakan guru spiritual dari Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno. 

Beliau juga merupakan guru spiritual dari salah satu pejuang PETA di Blitar yaitu Sudancho Suprijadi. Lokasi Makam Mbah Bendo sendiri berada di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. 

Makam Mbah Bendo merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi. Mereka yang datang ke sini biasanya setelah atau sebelum berkunjung dari Makam Bung Karno.

Ketika kamu mengunjungi Makam Mbah Bendo, kamu akan merasakan suasana religi yang cukup kental. Para wisatawan yang datang ke sini karena mereka ingin berziarah.

Maka tidak heran jika banyak orang yang berziarah ke makam ini. Setiap hari makam Mbah Bendo memang tidak pernah sepi pengunjung.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sejarah #Kabupaten Blitar #ziarah #mistis #makam #Kota Blitar