BLITAR - Dalam buku Makam Bung Karno koleksi Perpusnas BK ditulis, sejarah MBK di Kelurahan Bendogerit, Sananwetan Kota Blitar ini adalah awal Pemerintahan Kota Blitar yang masih diwarnai dengan semangat juang yang kuat. Semangat ini juga didorong kunjungan pertama Bung Karno di tahun 1950.
Dalam kunjungan itu, Bung Karno sempat berpidato di Alun-Alun Blitar dengan menjelaskan perlunya dibangun Taman Makam Pahlawan (TMP). Lokasi khusus para pahlawan yang gugur dan jenazahnya tersebar di berbagai tempat.
Banyak pejabat yang menyebut bukan orang Indonesia jika belum berziarah ke Makam Bung Karno (MBK). Tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator ini awalnya bernama “Taman Bahagia”.
Makam Bung Karno di Blitar adalah sebuah situs bersejarah yang menggambarkan kenangan akan salah satu tokoh paling penting dalam sejarah Indonesia, Soekarno.
Di tengah keindahan alam Blitar, makam ini menjadi tempat yang penuh makna dan menggugah rasa patriotisme bagi banyak orang.
Menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Blitar, karena jasad presiden pertama Indonesia dimakamkan di kota kecil ini.
Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang memimpin negara ini dari tahun 1945 hingga 1967. Setelah wafatnya pada tahun 1970, jasad Bung Karno dimakamkan di Blitar, kota kelahirannya.
Makam ini tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga sebuah monumen yang mengabadikan warisan dan pengabdian beliau terhadap bangsa Indonesia.
Makam Bung Karno di Blitar adalah simbol keabadian dan penghormatan bagi seorang pemimpin yang berperan penting dalam sejarah Indonesia.(hak)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila