Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pembudidaya Ikan Koi di Blitar Kurangi Pakan Selama Penghujan, Untuk Tekan Angka Kematian Ikan

Mohammad Syafi'uddin • Jumat, 12 Januari 2024 | 18:15 WIB
CEK KONDISI: Seorang pembudi daya ikan koi melakukan perawatan di kolam miliknya yang berada di Desa/Kecamatan Nglegok.
CEK KONDISI: Seorang pembudi daya ikan koi melakukan perawatan di kolam miliknya yang berada di Desa/Kecamatan Nglegok.

BLITAR – Mulai memasuki musim penghujan, para pembudi daya ikan koi di Bumi Penataran sedang harap-harap cemas. Sebab, ikan budi daya terbilang mudah terserang penyakit dan mati di masa ini. Para pelaku budi daya diimbau agar betul-betul memperhatikan aspek Kesehatan ternaknya.

Ketua kelompok pembudi daya ikan koi Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kasmiko menjelaskan bahwa perubahan cuaca berdampak pada kesehatan ikan koi. Bahkan ada beberapa jenis penyakit yang menjangkit ikan, Dimana hal ini patut jadi perhatian para pembudi daya.

“Biasanya jamur. Makanya perlu perawatan khusus. Selain itu, ada yang bintik-bintik putih, jamur di insang, sisik yang mekrok (terbuka, Red) itu berbahaya kalau tidak hati-hati. Bahkan yang cepat menyebar itu jamur kulit. Sedangkan jamur insang itu bisa menyebabkan kematian pada ikan dalam dua hari,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi itu disebabkan oleh perbedaan suhu yang terjadi di musim penghujan. Bahkan, dia pernah menemukan ikan mati karena kurangnya kadar oksigen ketika pergantian musim. Hal ini bisa terjadi karena tidak ada aliran air. “Ya, kalau pagi makan ikannya itu habis. Saat hujan sore itu ikan bahkan tidak mau makan,” lanjutnya.

Menurutnya, peternak ikan harus mampu untuk mengantisipasi hal ini. Sekaligus memahami suhu air pada kolam ikan. Jika dirasa kurang baik, perlu adanya obat agar kondisi ikan bisa cepat pulih. Kondisi ini hanya terjadi pada saat pergantian cuaca. Jika suhu sudah stabil, ikan akan kuat dan tidak akan mudah terserang penyakit.

Kasmiko menambahkan, agar nafsu makan ikan pulih, perlu adanya penambahan vitamin atau bisa diberikan parutan kunyit. “Itu bisa menambah kesehatan ikan. Sedagkan untuk suhu ideal koi itu 6-7 derajat,” ujarnya.

Staf Pengawas Penyakit dan Pengendalian Penyakit Ikan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Mohammad Sahuri membenarkan bahwa awal musim hujan ikan terbilang rentan terhadap penyakit. “Itu karena ada perubahan pH (derajat keasaman, Red) air. Terutama karena air hujan yang menyebabkan pH air berubah,” terangnya.

Jika kondisi ikan terbilang kurang fit, maka ikan akan mudah terserang penyakit. Dia menganjurkan agar pemberian pakan ikan juga diperhatikan. Jika terjadi hujan, pembudi daya diimbau agar menyetop pakan untuk sementara.

Alasanya, karena nafsu makan ikan menurun dikhawatirkan makanan yang tersisa akan turun ke bawah dan mengakibatkan kotoran. Bahkan bisa menjadi amonia yang bersifat racun untuk ikan. “jika seharian hujan maka pakan harus dikurangi. Jika ikan terlihat kurang nafsu mending dihentikan dan diberi pakan besoknya,” ujarnya.

Dia menganjurkan jika ikan koi terkena penyakit, maka peternak harus memberikan obat khusus dengan dosis 10 ppm dan direndam dalam waktu 10-15 menit. “Selain itu, jika membeli obat harus sudah ada register dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP),” tegasnya. (mg2/dit)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Budidaya Koi #blitar #musim penghujan