Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Desmita Ayu Tertantang Peran Jaranan Jatil dan Pegon

Mila Inka Dewi • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:41 WIB
Penampilan Desmita ayu saat bermain jaranan
Penampilan Desmita ayu saat bermain jaranan

BLITAR - Salah satu sanggar seni di Kota Blitar menjadi tempat favorit Desmita. Di sana, dia bersama puluhan pencinta seni jaranan berlatih di Blitar. Remaja berjilbab ini aktif dalam seni jaranan sejak empat tahun terakhir. Seni jaranan menjadi salah satu keinginannya untuk bisa ikut melestariakan kesenian Jawa Dulu awalnya cuma iseng ikut sanggar, nggak terasa sudah 4 tahun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (13/1).

Dalam pertunjukan, jaranan ada berbagai macam tampilan. Biasanya berisi 4-6 orang dengan peran masing-masing. Seperti jaranan jur Jawa, celeng kreasi, jaranan pegon, hingga barong. Warga Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo ini mengaku bangga dan nyaman dengan peran yang dilakoni. Dia selalu semangat dan berkreativitas untuk mengembangkan sekaligus nguri-uri kesenian jaranan, khususnya kesenian jaranan Blitar. “Kesulitan selama ini mungkin dari segi gerakan. Terkadang ada beberapa gerakan yang sulit dihafalkan,” kata remaja 17 tahun ini.

Empat tahun mengampu peran yang sama, Desmita mengaku ingin mencoba peran lain. Yakni, pegon dan jatil. Seni jatilan dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Biasanya juga terdapat reog. Sementara pegon menggunakan kostum wayang orang dan menunggangi kuda. “Kalau di Blitar disebut jaranan pegon,” terang Desmita.

Menurutnya, penampilan yang paling berkesan adalah ketika dia membawakan tari jaranan Jawa di festival atau pasar jaranan. Sebab, di sana ada banyak penonton yang menikmati dan bisa mengenal seni jaranan. Dalam satu bulan, dia bisa menerima 1-3 job pentas. “Paling banyak panggilan ketika ada sejumlah eventevent yang diadakan oleh Pemerintah Kota Blitar. Selain itu, saya juga sempat mengikuti karnaval kesenian di Pasuruan,” akunya.

Selain seni jaranan, remaja yang duduk di tingkat XI SMK ini juga aktif dalam seni bela diri pencak silat. Desmita mengaku memang pencinta seni tradisional dan hal-hal yang cukup menantang. “Karena dari dulu suka seni, terutama yang tradisional. Kalau ayah saya lebih ke seni musik,” pungkasnya. (ink/c1/dit)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#sanggar seni #jaranan #Kesenian Jawa Timur