Blitar -Memasuki awal 2024, pembangunan jalur lintas selatan (JLS) di Kabupaten Blitar masih berjalan 33 persen. Itu karena masih ada dua trase yang sudah selesai dan difungsikan. Rencananya, JLS lot 2 bakal dibangun tahun ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pansela 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa–Bali, Grace Agustina Togatorop mengatakan, untuk saat ini, perkembangan pembangunan JLS baru saja menyelesaikan kontrak untuk lot 2. Maka dari itu, pembangunannya bakal digelar di tahun ini.
“Untuk JLS lot 2 sudah dipastikan dibangun pada tahun ini. Lot 2 ini meliput dua trase. Yakni Bululawang–Sidomulyo dan Sidomulyo–Tambakrejo,” ujar Grace, sapaan akrabnya.
Untuk trase lain, yakni lot 3 yang meliputi trase Serang–Sumbersih, masih dalam tahap persiapan kontrak. Selain itu, JLS lot 3 juga masih menunggu adanya no objection letter dari lender. Pihaknya menargetkan pada tahun ini kontrak kerjanya bisa tertandatangani. Sehingga menyusul lot 2 untuk pembangunannya.
Tapi, belum ada paket pengadaan di trase Sumbersih–Ringinrejo dan Ringinrejo–Jolosutro dari pemerintah pusat. Sebab saat ini Pemkab Blitar masih mengupauakan pembebasan lahan yang ditargetkan selesat di tahun ini.
“Untuk pembangunan JLS secara keseluruhan sepanjang 62,78 kilometer dan sudah terbangun sekitar 23 kilometer. Sehingga, jika dipersentasekan perkembangan JLS di Blitar sudah mencapai 33 persen,” ungkapnya.
Grace mengaku belum mengetahui target penyelesaian pembangunan jalur pantai selatan (pansela) ini. Sebab, itu merupakan kewenangan Kementerian PUPR dan bukan pada PPK. Menurutnya, lambatnya pembangunan JLS dikarenakan ada beberapa kendala dalam pembebasalan lahan. Sedangkan untuk pembebasan lahan, pihak pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam penyelesaiannya.
Disinggung terkait bangunan pedagang kaki lima (PKL) liar yang ada di sekitar JLS, pihak BBPJN sudah mengirim surat kepada Pemkab Blitar untuk dilakukan penertiban. Agar bangunan itu tidak mengganggu pengguna JLS.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar Rully Wahyu PrasetyAwanto menjelaskan saat ini ada proses pembangunan JLS yang dikerjakan pemerintah pusat. Yakni sepanjang 20 km. Trase yang sedang dalam proses pembangunan yakni Bululawang–Tambakrejo.
Namun, Pemkab Blitar masih memiliki pekerjaan rumah dalam pembebasan lahan masyarakat yang jadi bagian pembangunan JLS. Salah satunya soal kepengurusan ijin pakai kawasan hutan persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH). Selain itu juga masih dalam proses revisi analisis dampak lingkungan (AMDAL) karena sebelumnya ada perubahan trase. Proses PPKH dan revisi amdal itu dilakukan pada 3 trase.
“JLS ini masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) yang sedang disusun oleh Pemkab Blitar. Bahkan JLS menjadi prioritas untuk dapat diselesaikan pada lima tahun pertama RPJPD 2025–2045,” pungkasnya.
Editor : Agus Muhaimin