Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

19 Ribu Anak di Kota Blitar Masuk Sasaran Sub PIN Polio, Seperti Apa Pelaksanaanya

M. Luki Azhari • Selasa, 16 Januari 2024 | 19:00 WIB

 

CEGAH VIRUS: Nakes memasukkan cairan imunisasi polio kepada salah satu anak TK di Kota Blitar, Senin (15/1/2024).
CEGAH VIRUS: Nakes memasukkan cairan imunisasi polio kepada salah satu anak TK di Kota Blitar, Senin (15/1/2024).

BLITAR - Belasan ribu anak di Bumi Bung Karno masuk sasaran penerima imunisasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun ini.

Imunisasi dilakukan sebagai tindak lanjut pemerintah pusat atas temuan kasus polio di sejumlah daerah.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar dr Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan, temuan kasus lumpuh layuh di Jawa Timur dan Jawa Tengah jadi atensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebab sebelumnya Indonesia telah lama nihil kasus tersebut. “Kami sudah petakan, imunisasi ini mencangkup target 18.996 anak. Tetes polio ini untuk usia 0 sampai 7 tahun,” ujarnya, Selasa (16/1/2024).

Polio merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus polio yang menular. Virus ini memicu cedera saraf yang berisiko mengakibatkan kelumpuhan hingga susah bernapas.

Polio umumnya menyerang anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi anti polio.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan Sub PIN Polio pada awal tahun ini untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) polio. Daerah yang belakangan ini ditemukan kasus polio antara lain Kabupaten Pamekasan dan Sampang, Jawa Timur; serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Harapannya tentu agar kejadian ini tidak meluas. Makanya, anak yang sudah imunisasi lengkap, wajib mengikuti imunisasi ini,” lanjut dia.

Dinkes Kota Blitar telah menerima sebanyak 420 vial untuk 19.320 dosis sasaran. Namun, sasaran yang ada di lapangan tercatat 18.996 anak.

Jumlah ini tersebar di tiga kecamatan. Misalnya, 7.719 anak di area Puskesmas Kecamatan Sananwetan, 5.857 di Kecamatan Sukorejo, dan Kecamatan Kepanjenkidul 5.420 anak.

Imunisasi ini dilakukan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi sudah lengkap, anak tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.

“Kami meminta para orang tua menyadari. Ini penting untuk imunitas anak, utamanya mengantisipasi virus tersebut,” imbuh perempuan berkaca mata ini.

Vaksinasi tetes ini dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dimulai hari ini (15/1), sementara tahap kedua akan berlangsung mulai 19 Februari 2024 mendatang.

Masing-masing tahap, lanjut dia, dilaksanakan dalam waktu sepekan. Dan, interval antara tahap pertama ke tahap dua minimal satu bulan.

Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin generasi anyar, yaitu Novel Oral Polio Vaksin tipe 2 atau nOPV2. (luk/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#anak - anak #dinkes kota blitar #virus polio #imunisasi polio