Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kios Baru Pasar Templek di Kota Blitar Siap Beroperasi 24 Januari, Tak Kunjung Tempati, Pedagang Kena Sanksi

M. Luki Azhari • Selasa, 16 Januari 2024 | 18:37 WIB
SIAP-SIAP PINDAH: Para pedagang Pasar Templek di sisi timur pada akhir bulan ini ditarget menempati kios baru Pasar Templek hasil pembangunan tahap kedua.
SIAP-SIAP PINDAH: Para pedagang Pasar Templek di sisi timur pada akhir bulan ini ditarget menempati kios baru Pasar Templek hasil pembangunan tahap kedua.

 

BLITAR- Pembangunan tahap kedua Pasar Templek, Kota Blitar rampung pada Desember tahun lalu. Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) menargetkan dalam waktu dekat pedagang segera menghuni lapak.

Disperindag siap memberi sanksi jika pedagang tak kunjung menempati lapak barunya. Pantauan di lapangan kemarin (15/1) puluhan kios baru itu sudah siap ditempati. Bangunan bernuansa merah dan putih tersebut tak jauh berbeda dengan model pembangunan tahap pertama di sisi barat.

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kota Blitar Yoga Cakra Sanjaya menuturkan, pembangunan pasar yang besebelahan langsung dengan Stasiun Blitar ini telah selesai. Bulan ini, kata dia, para pedagang diarahkan untuk menempati kios dan los yang tersedia.

“Kami sudah sosialisasikan kepada pedagang awal bulan ini. Bahwa maksimal 24 Januari ditempati, atau nanti kena teguran,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Pembangunan tahap kedua pasar ini menelan anggaran sekira Rp 5 miliar (M) bersumber dari APBD 2023. Sedikitnya 58 kios dan 200 los yang bisa dimanfaatkan pedagang. Proyek ini digarap dalam tempo 145 hari kontrak kerja.

Saat sosialisasi soal Pasar Templek, pedagang masih mencari hari baik. Konon, hal ini dipercaya untuk tolak bala dan kelancaran membuka usaha. “Memang kalau di tanah Jawa, sebagian besar pedagang mau cari hari baik dulu. Namanya tempat usaha, mereka juga ingin selamat,” terangnya.

Pasar Templek ini merupakan salah satu pasar jujukan warga Blitar Raya. Metode pembelian secara drive thru jadi magnet para pembeli. Sebab, mereka tak harus turun dari kendaraan. Sayangnya, hal itu membuat arus lalu lintas macet.

“Pembangunan ini sekaligus menjadikan pasar semakin representatif dan arus lalu lintas bisa lancar. Kami juga akan tertibkan pedagang yang di luar area,” katanya.

Selama proses pembangunan, para pedagang direlokasi di area sisi timur dan barat pasar. Pedagang yang telah menerima kunci kios bisa mencicil mengusung sejumlah barang dagangan. Tujuannya, agar kios dapat segera dibuka saat 24 Januari mendatang. “Soal sarpras, memang perlu ada yang dilengkapi. Tetapi kami prioritaskan dulu untuk bongkar bekas lahan relokasi sementara,” tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunan tahap kedua Pasar Templek ini merupakan salah satu dari 10 proyek strategis Pemkot Blitar tahun anggaran 2023. Selain Pasar Templek, disperindag tahun lalu juga merevitalisasi Pasar hewan Dimoro. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pasar templek kota blitar #Disperindag #kios baru