Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Dekat Dengan Komunitas Berbagai Nasi Blitar, Utamakan Transparansi Antar Anggota dan Donatur

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:57 WIB
SOLID: Anggota komunitas berbagi nasi Blitar foto di depan TMP Raden Wijaya sebelum menggelar aksi beberapa waktu lalu.
SOLID: Anggota komunitas berbagi nasi Blitar foto di depan TMP Raden Wijaya sebelum menggelar aksi beberapa waktu lalu.

BLITAR - Di wilayah Kecamatan Garum berdiri sebuah komunitas yang cukup inspiratif. Komunitas tersebut diberi nama berbagi nasi Blitar. Ya, seperti namanya, komuniatas ini sering melakukan kegiatan amal di seantero Blitar.

Mamba’ul Huda, salah satu pencetus ide ini menjelaskan bahwa, komunitas besutannya sudah ada sejak 19 September 2014. Mulanya, kelompok ini hanya mampu berbagi sekitar 14 bungkus nasi. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlahnya semakin meningkat dan kini mampu memberikan puluhan nasi ke masyarakat kurang mampu.

“Saya bersyukur. Sampai sekarang berbagi nasi masih ada. Kurang lebih sudah 9 tahun kami melakukan kegiatan ini. Bahkan sekarang kami dapat memberikan 60-80 bungkus nasi,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan kenapa komunitas ini memfokuskan pada berbagi nasi. Menurutnya, nasi merupakan kebutuhan semua masyarakat dan merupakan sumber yang paling mudah terjangkau. Sehingga untuk berbuat baik tidak harus melakukan hal-hal yang besar. “Intinya itu berbuat baik. membantu sesama manusia dengan hal-hal kecil. Seperti sebungkus nasi,” lanjutnya.

Tidak ada patokan khusus kepada siapa komunitas ini memberikan bantuan berupa sebungkus nasi. Namun dia mengaku tetap membagi penerima dalam beberapa kategori, termasuk menentukan masyarakat yang terbilang pantas untuk diberi bantuan. Seperti tukang becak, petugas penyeberang jalan, pemulung hingga tunawisma. “Ya, tujuannya itu agar bantuan ini dapat tersampaikan ke masyarakat yang terbilang kurang mampu,” terangnya.

Dalam prosesnya, laki-laki yang biasa dipanggil Timbro ini menjelaskan bahwa anggotanya selalu berkumpul di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya Kota Blitar. Kemudian, mulai membagikan nasi bungkus setiap Minggu sore secara berkelompok ke berbagai wilayah di Kota Patria.

Sejauh ini, komunitas ini memiliki 134 anggota dari seluruh Blitar Raya. Dengan jumlah yang cukup besar ini, tentu dibutuhkan transparansi agar komunitas ini bisa tetap bertahan. Selain itu, transparasni dapat membuat donatur atau teman-teman relawan semakin yakin bahwa anggaran yang telah disumbangkan sudah tersalurkan secara benar.

“Biasanya komunitas juga menjual merchandise sebagai salah satu alternatifnya. Agar ada dana tambahan,” ucapnya.

Menurtnya, komunitas ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan. Selain sebagai ajang untuk membantu sesama, anggota komunitas juga bisa menambah relasi sosial dan pertemanan. (*)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#komunitas berbagi nasi #Kabupaten Blitar #inspiratif