Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ulat Bulu Serbu Lima KK di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar, Diduga Berasal dari Pohon Jati

M. Subchan Abdullah • Rabu, 17 Januari 2024 | 16:59 WIB
TELITI: Seorang petugas menyemprotkan cairan insektisida di sejumlah sisi tembok yang dihinggapi ulat bulu di Jalan Pandanlaras, Kelurahan Tanjungsari, selasa (16/1).
TELITI: Seorang petugas menyemprotkan cairan insektisida di sejumlah sisi tembok yang dihinggapi ulat bulu di Jalan Pandanlaras, Kelurahan Tanjungsari, selasa (16/1).

 

BLITAR – Sejumlah warga di Jalan Pandanlaras, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo sedang tidak tenang. Ratusan ekor ulat bulu menyerbu lingkungan rumah mereka, kemarin (16/1).

Sedikitnya 5 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak. Sejumlah warga menyebut, kemunculan ulat bulu berukuran 2 cm ini sudah berlangsung sejak 4 hari terakhir. Peristiwa ini praktis membuat aktivitas warga ikut terimbas. “Sempat juga masuk rumah dan bikin kulit gatal,” ujar Al Imroh kepada Koran ini, kemarin.

Perempuan berusia 50 tahun ini mengatakan, serbuan ulat bulu ini kali pertama terjadi. Dia menduga, ular itu berasal dari pohon-pohon jati di sekitar pemukiman warga. “Kalau sudah terjadi, nanti takutnya setelah semi bisa terjadi lagi. Ini meresahkan pengendara, warga lain, dan saya tidak bisa jualan,” imbuhnya.

Sekretaris Kelurahan Tanjungsari, Setyo Wahyudi mengatakan sudah melaporkan peristiwa itu ke dinas terkait. Pihaknya juga menghubungi UPT Damkar Kota Blitar untuk memusnahkan ulat bulu tersebut.

“Posisi ulatnya jatuh-jatuh di jalan. Mengganggu. Ada yang masuk rumah. Sementara tidak ada wilayah lain,” jabarnya.

Sejumlah personel damkar dan DKPP tiba di lokasi. Mereka memantau kondisi ulat bulu yang menjamah pemukiman warga. Damkar langsung menyemprotkan cairan khusus untuk membasmi ulat berwarna hitam ini.

Kepala DKPP Kota Blitar drh Dewi Masithoh menyatakan, telah merespons keluhan itu dengan menyalurkan insektisida. Cairan itu disemprotkan petugas di sekitar rumah, serta di pohon jati melalui tim damkar untuk membasmi ulat. “Kami menduga ulat bulu ini over populasi di pohon jati yang jumlahnya 40 pohon. Sudah kami sosialisasikan penggunaan cairannya,” jelasnya.

Umumnya, fase ulat akan bertahan hingga sepekan sebelum menjadi kepompong. Dia meminta masyarakat segera melaporkan apabila kondisi tak kunjung reda. “Kalau meluas segera lapor agar segera ditindaklanjuti,” tandasnya. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#ulat bulu #meresahkan warga #Kota Blitar