Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Memasuki Musim Penghujan, Pemkot Blitar Pantau Kondisi Drainase, Tingkatkan Waspada Luapan Air

M. Luki Azhari • Rabu, 17 Januari 2024 | 17:52 WIB
CAPTION: Sejumlah pekerja melakukan pembongkaran salah satu saluran drainase di depan Taman Kebonrojo, selasa (16/1).
CAPTION: Sejumlah pekerja melakukan pembongkaran salah satu saluran drainase di depan Taman Kebonrojo, selasa (16/1).

BLITAR- Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar harus gerak cepat memantau kondisi drainase dan saluran irigasi. Pasalnya, saat ini mulai memasuki musim penghujan.

Meski Bumi Bung Karno jauh dari ancaman banjir kiriman, luapan air yang pernah terjadi pada 2020 lalu di Jalan Mastrip dan Jalan Anggrek perlu jadi kewaspadaan dini. Hal itu lantaran saluran drainase tidak kuat menampung air sehingga meluap ke ruas jalan.

Anisia Rahayu, warga setempat mengungkapkan, sisi barat ruas Jalan Mastrip memang sempat terjadi luapan air. Utamanya saat intensitas hujan deras dengan durasi lebih dari 2 jam. Persoalan tersebut harus diantisipasi lebih dini. “Pernah sampai di atas lutut dan menggenang. Akibatnya, air masuk area rumah dan lalu lintas macet. Alhamdulillah sekarang tidak lagi terjadi, tapi harus ada penanganan,” ujarnya, kemarin (16/1).

Sekira dua tahun terakhir, kata dia, sudah tidak ada lagi genangan air di jalan tersebut. Dia meminta pemerintah juga tetap memantau saluran air agar tidak tersumbat hingga memicu luapan air. “Harapannya itu. Karena kayaknya jalan di sini sedikit lebih rendah, ya. Semoga tidak ada (genangan) lagi saat hujan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar Agus Suherli menuturkan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah daerah di Jawa Timur sudah memasuki musim hujan. Untuk itu, berbagai potensi bencana perlu diwaspadai.

“Di jajaran BPBD, saat ini meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, beberapa waktu lalu terjadi pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras,” imbuhnya.

Kota yang identik dengan sentra produksi ikan koi ini, kata dia, minim mengalami banjir kiriman. Namun, potensi genangan air yang pernah terjadi di Jalan Mastrip tetap harus diwaspadai. “Kami paparkan ke instansi terkait soal hal ini. Tapi sejauh ini masih aman. Bahkan tahun lalu titik tersebut tidak ada genangan,” tambah dia.

Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar Suharyono menyebut terus melakukan pemantauan di seluruh titik drainase. Tujuannya sebagai deteksi dini apabila terjadi penumpukan sampah di saluran air. “Saat ini drainase kondisinya aman. Tempo hari terjadi luapan di pojokan lapangan Mareno, karena ada pembangunan saluran. Saat ini sudah diperbaiki,” jelasnya.

Secara umum, kata dia, beberapa genangan air dipicu tumpukan sampah hingga menyumbat saluran. Memasuki perpindahan musim, pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas pemantau irigasi dan drainase di 21 kelurahan di Kota Blitar. “Mereka saling memberi informasi. Kalau hujan deras, buka pintu air supaya tidak terjadi luapan banjir. Kami setiap hari memantau titik irigasi juga drainase,” tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Saluran Drainase #musim penghujan #Pemkot Blitar