BLITAR – Puluhan kios yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro sepi peminat. Buktinya, hanya ada enam pedagang dari puluhan kios yang disediakan. Sepinya kunjungan di fasilitas miilik pemkab itu disebut jadi alasan.
Salah satu pedagang di RTH Kanigoro, mengaku bahwa sepinya kios ini sudah terjadi sejak setahun terakhir. Tepatnya setelah pandemi melanda Indonesia. “Kalau saya dulu juga julan terus tutup dan membuka lagi. Soalnya tidak ada kegiatan lain makanya membuka lagi hingga sekarang,” ujarnya.
Dia menjelaska bahwa kunjungan masyarakat di RTH tak menentu. Menurutnya, hal ini yang menyebabkan beberapa pedagang memilih untuk tutup kios. “Ya, harus sabar-sabar. Soalnya terkadang ramai dan terkadang sepi. Biasanya yang paling ramai itu pada sabtu dan minggu. Selain itu di tanggal merah ketika libur,” lanjutnya.
Kepala Seksi Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau, Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Chamim membenarkan bahwa kios di RTH Kanigoro minim peminat. Padahal di RTH Kanigoro terdapat 30 kios, namun yang aktif beroperasi hingga saat ini hanya ada 6 kios. Dua diantaranya hanya buka pada saat hari libur.
“Ya ada 6 kios yang buka sampai sekarang. Mereka (pedagang di RTH, Red) juga mempertimbangkan untuk ruginya. Saya rasa itu penyebabnya kios sepi. Soalnya tidak ada yang melihat karena sepi,” ujarnya.
Untuk menyelesaikan sepinya kunjungan ke RTH, Chamim mengaku bahwa hal itu tidak bisa terlaksana. Menurutnya RTH bukanlah pasar yang bisa selalu ramai. Melainkan wahana publik yang bisa dipergunakan utuk berlibur gratis.
Sebelumnya di RTH ini ada beberapa pedagang yang berjulan. Seperti cemilan keripik, oleh-oleh, berbagai macam kopi racikan, warung bakso, warung mi instan, warung nasi dan bunga. “namun yang laku ya warung mi instan, cemilan dan kios minuman. Sedangkan kopi racik hanya Sabtu dan Minggu,” lanjutnya.
Untuk memperbaiki hal ini, DLH sudah menyurati beberapa OPD yang sebelumnya mengampu UMKM tersebut. Diharapkan dengan langkah dan pengelolaan DLH sendiri, UMKM bisa terorganisir dan meningkatkan kunjungan ke RTH.
kebijakan tersebut terlaksana, DLH akan memberlakukan tarif sewa kios. Untuk satu kios dihargai Rp 90 ribu sebulan. Namun jika pedagang menginginkan memanjang hingga belakang maka dikenakan Rp 180 ribu. “Soalnya depan dan belakang itu sebenarnya terpisah. Makanya tarifnya segitu. Untuk sekarang saja, sudah ada beberapa pedagang yang berminat dan bertanya perihal sewa kios,” ungkapnya. (mg2/dit)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila