Blitar – Kesadaran Masyarakat Bumi Penataran akan penarapan protokol Kesehatan (prokes) nampaknya harus Kembali digalakkan. Itu setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menerima laporan adanya lima kasus Covid-19 di bulan ini.
Informasi yang dihimpun, rata-rata para penderita memiliki Riwayat penyakit bawaan alias komorbid. Dimungkinkan jumlah ini bertambah seiring meningkatnya jumlah warga yang melakukan swab test alias tes seka
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Blitar Endro Pramono mengatakan, pengamatan akan potensi penyebaran virus Covid-19 sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Hasilnya, didapati sebanyak lima warga teridentifikasi terinveksi Covid-19. “Apalagi kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri guna mendeteksi penyakit ini juga sangat rendah,” akunya.
Lima kasus yang dimaksud dilaporkan dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Kasus pertama dilaporkan pada 8 Januari lalu, keesokan harinya bertambah satu kasus. Kemudian, Dinkes Kabupaten Blitar menerima dua laporan kasus pada 12 januari dan satu kasus tambahan pada 13 januari.
“Dari kelima pasien itu ada yang dirawat di Malang, Surabaya, RSUD Mardi Waluyo dan dua lainnya dilakukan rawat jalan dengan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada yang cek kesehatan, ternyata ditemukan positif dan ada juga yang kebetulan dirawat karena sakit lain. Namun diperiksan lanjutan ternyata terkonfirmasi Covid-19,” ujarnya.
Mereka yang dirawat di luar kota, lanjut Endro, terus melaporkan perkembangan kondisi kepada Dinkes Kabupaten Blitar. Mereka rata-rata memiliki gejala menyerupai flu seperti pilek dan demam ringan karena sudah pernah divaksin. “Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak banyak berkegiatan di luar rumah,” ucapnya.
Sebenarnya kasus covid 19 bisa saja lebih banyak. Namun saat ini jarang masyarakat yang melakukan swab test. Sebab, ketika seseorang mengalami gejala menyerupai Covid-19, hal itu sudah dianggap seperti flu biasa. “Untuk saat ini lima pasien Covid-19 itu masih dalam kondisi aman. Kami mengkhawatirkan bila banyak pasien Covid-19 yang melakukan rawat inap di rumah sakit. Jika itu terjadi, berarti sudah gawat,” terangnya.
Sayangnya, vaksin covid-19 yang gratis saat ini sudah tidak lagi untuk umum. Karena vaksin gratis hanya diperuntukkan untuk orang lanjut usia (lansia) yanvg mengidap penyakit bawaan atau komorbid dan tenaga kesehatan. Di luar itu, warga yang akan melakukan vaksin Covid-19 harus membayar secara mandiri.
Namun Endro tetap mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi dosis vaksin Covid-19 yang sampai saat ini masih berlangsung di berbagai fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes). “Untuk tiga kasus yang sempat muncul pada Desember 2023 lalu, sekarang semuanya sudah sembuh setelah dilakukan serangkaian perawatan,” pungkasnya
Editor : Agus Muhaimin