Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petani Gula Merah di Kabupaten Blitar Makin Merana, Padahal Miliki Potensi Tinggi di Pasaran

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 18 Januari 2024 | 18:35 WIB
BERTAHAN: Salah seorang petani gula asal Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil sari kelapa.
BERTAHAN: Salah seorang petani gula asal Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil sari kelapa.

BLITAR- Petani gula merah semakin merana dari tahun ke tahun. Lantaran hama wawung masih masif menyerang pohon kelapa.

Hama wawung sampai kini belum ada obat untuk mengatasinya. “Karena perubahan iklim dan adanya hama. Selain itu, usaha mendapatkan sari kelapa tidak mudah, juga menjadi pertimbangan lain petani gula merah semakin berkurang,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni

Lanjut dia, untuk mengakali kualitas gula agar lolos dan layak jual, ada beberapa petani bermain curang. Yakni mencampur adonan dengan bahan lain.

“Padahal potensi dan kebutuhan akan gula merah ini masih tinggi di pasaran. Tak jarang di kirim ke Jakarta,” ujarnya.

Selama ini, ada beberapa daerah sentra pembuatan gula kelapa. Daerah-daerah tersebar di berbagai wilayah di Bumi Penataran. Termasuk Sanankulon, Srengat, dan Nglegok.

Dia mengaku, proses menumbuhkan pohon kelapa ini tak mudah. Diperkirakan butuh waktu 20 tahun hingga pohon ini bisa dimanfaatkan. “Alasan kenapa sedikit petani kukuh menanam, karena butuh waktu lama ketika memetik hasil,” katanya.

Hasilnya, petani hanya memanfaatkan pohon sudah ada untuk diambil kelapa muda ataupun tua. Mengingat untuk pengambilan kelapa terbilang lebih mudah dan tidak butuh tenaga ekstra.

“Nderes (ambil nira) dua kali sehari dan itu susah. Lebih enak menjual kelapa. Terlebih belum ada teknologi atau terobosan yang mendukung untuk petani gula kelapa,” ungkapnya. (mg2/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #petani gula #perubaham iklim