Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sempat Terkendala Cuaca, Jembatan Subali-Mlalo Baru Berfungsi Sempurna Bulan Depan

Fajar Ali Wardana • Kamis, 18 Januari 2024 | 18:43 WIB
jembatan subali
jembatan subali

BLITAR – Pemkab Blitar masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk menyelesaikan pembangunan dua jembatan yang molor dari jadwal. Yakni, jembatan Subali dan Mlalo. Faktor cuaca jadi kendala utama kenapa proyek belasan miliaran rupiah itu belum rampung.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar Hamdan Zulfikri Kurniawan mengatakan, hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat proses pengerjaan pada dua jembatan yang dimaksud belum bisa dikebut. Konsekuensinya, sanksi denda tetap diberlakukan bagi kontraktor yang ditunjuk sebagai rekanan.

“Dari pantauan kami, Jembatan Subali masih belum selesai. Proyek itu masih tahapan finishing. Bila dipersentasikan, pengerjaan Jembatan Subali masih di kisaran 97 persen,” ujar Hamdan.

Dia menambahkan, ada beberapa kendala yang ditemui oleh pekerja lapangan di proyek jembatan yang berada di Desa Kedung Bunder, Kecamatan Sutojayan itu. Yakni, waktu pengecoran terpaksa harus ditunda karena hujan. Padahal, proses finishing mulanya ditarget selesai dalam waktu tiga hari.

“Saat hujan tidak berani melakukan pengecoran. Karena dikhawatirkan akan menaikkan massa air pada beton. Bahkan, hal itu berdampak buruk pada kualitas. Sehingga pengecoran ditunda selama beberapa hari,” akunya.

Adanya tiang listrik yang berada di sekitar lokasi proyek juga jadi PR lain. Proses pemindahan fasilitas umum itu tidak boleh dilakukan sembarangan, tapi harus melalui koordinasi dengan PLN. Sebab, tiang tersebut berada di depan rumah warga yang terimbas pembebasan lahan Jembatan Subali.

“Awalanya kami akan melanjutkan pekerjaan samping jembatan. Tapi ternyata masih ada tiang PLN berdiri di tengah proyek. Terpaksa harus menunggu pemindahannya. Untuk saat ini, progres Jembatan Subali mengerjakan oprit untuk jalan masuk dan keluar jembatan, dan pengecorannya sudah selesai,” ungkapnya.

Laki-laki berkacamata ini menerangkan, pihak ketiga yang mengerjakan Jembatan Subali akan dikenakan denda sesuai waktu keterlambatan yang melebihi deadline kontrak per 28 Desember 2023 lalu. Rekanan juga menanggung biaya pemindahan tiang listrik yang nilainya tidak murah. “Ditargetkan pengerjaan Jembatan Subali akan selesai di akhir bulan ini atau awal bulan depan,” imbuhnya.

Kondisi sedikit berbeda tampak di Jembatan Mlalo di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, yang secara fisik dinyatakan rampung 100 persen. Bahkan, jembatan ini juga sudah dilalui kendaraan roda dua. Sayang, pengguna kendaraan roda empat belum bisa melintas karena harus menunggu umur beton yang terpasang benar-benar kuat.

“Untuk umur beton harus menunggu 28 hari agar dapat dibuka dan bisa dilewati dengan aman. Umur beton ini sebenarnya juga tergantung kondisi cuaca, suhu, dan kelembapan. Umumnya sebulan untuk mencapai kekuatan maksimal dan kekeringan sempurna,” katanya.

Dia mengimbau agar masyarakat sabar hingga Jembatan Mlalo betul-betul dinyatakan siap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Adanya kendaraan berat yang melintas dikhawatirkan membuat jembatan cepat rusak dan bahkan membahayakan pengguna jalan. “Dipastikan bulan depan dapat dilewati kendaraan roda dua hingga lebih. Namun yang terpenting, pada hari raya, semua proyek jembatan yang molor sudah selesai,” jelasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Subali dan Mlalo mulai dikerjakan sejak September 2023. Namun ternyata molor karena terkendala pembebasan lahan dan cuaca ekstrem. Dua proyek fisik ini menyedot anggaran sebesar Rp 13,6 miliar yang bersumber dari APBD Pemkab Blitar. Rinciannya, Jembatan Subali menelan anggaran sekitar Rp 11,8 miliar dan Mlalo menelan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar. (jar/c1/dit)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#jembatan subali #pembangunan jembatan #Pemkab Blitar