BLITAR - Sering mendengar musik-musik klasik membuat pria yang karib disapa Gideon ini jatuh hati dengan salah satu alat musiknya, yakni biola. Ditambah lagi, alat musik biola masih jarang ditemui. Hal itu lantas membuatnya semakin tertantang dengan tingkat kesulitan dalam belajar biola.
“Dari dulu orang tua saya memang sering memutar musik-musik klasik di rumah. Akhirnya mulai kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ikut kursus untuk belajar main biola,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (22/1/2024).
Awal bermain biola, tentu tingkat kesulitan dirasa sangat berat. Apalagi, jika belum terbiasa leher akan terasa sakit. Namun, ketika sudah memantapkan pilihan tentu akan dijalani semaksimal mungkin.
Bakat yang dimiliki dalam memainkan alat musik dari Italia itu semakin kentara. Pasalnya, warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo ini mengaku sering mengisi acara untuk bermain biola. Seperti event-event di sekolah hingga acara pernikahan.
Bahkan, ketika pertama kali ikut lomba berhasil meraih juara Runner Up 1. Yakni, pada 2016 lalu yang diadakan oleh Perfectone Open Music Commpetition di Surabaya.
Selain itu, tak jarang pria 20 tahun ini sering membagikan kepiawaiannya bermain biola. Caranya dengan meng-cover lagu yang kemudian diunggah di akun media sosialnya. Bukan hanya artis-artis Indonesia tapi juga Internasional.
“Kalau membuat lagu sendiri belum pernah. Tapi kedepannya ingin sekali untuk menciptakan lagu. Sebagai ungkapan ekspresi dalam perjuangan hidup saya,” terangnya.
Gideon membeberkan, pengalaman berlibur ke Jepang bersama sang Mama menjadi momen paling berharga. Tepatnya, ketika masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama (SMP). Dimana, dia ketika berkunjung ke gereja diberbagai kota berkesempatan untuk melayani ibadah. Yakni, dengan bermain biola di hadapan banyak orang.
“Itu jadi momen yang paling berharga dan membanggakan. Pastinya tidak terlupakan,” ujarnya.
Menurut dia, kesibukan tergabung dalam paguyuban Kangmas Diajeng bukan menjadi penghalang untuk menyalurkan hobi. Asalkan bisa membagi waktu antara melaksanakan aktivitas sehari-hari, hobi, serta aktif di organisasi. Dengan berkomitmen tentu akan bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa ada kendala.
Sembari, menyalurkan hobi dan menyempatkan waktu untuk aktif di organisasi. “Kalau teman-teman bingung, mungkin bisa membuat timeline atau checklist kegiatan apa saja yang harus dilakukan dalam sehari-hari,” terang pria yang didapuk sebagai Kangmas Berbakat 2021 ini.
Diusia yang masih muda, lanjut Gideon, tentu banyak target yang ingin dicapai. Hal itu sudah tersusun rapi dalam bucket list. Prinsipnya, harus terus belajar. Mencoba banyak hal baru, memaksimalkan potensi yang dimiliki, serta terus menekuni hobi yakni bermain biola.
Terlebih, menjaga tubuh agar tetap fit serta tidak lupa untuk selalu berfikiran positif agar dapat mewujudkan cita-cita itu satu persatu. “Jadi, tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau mencoba dan terus belajar,” tandasnya. (*/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila