Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sektor Perikanan Perlu Perhatian, JLS hanya Sentuh Sektor Wisata

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 22 Januari 2024 | 18:45 WIB
Harus Aman ; Petugas lapangan mengoperasikan alat-alat berat dalam proses pembangunan JLS lot 2 di Blitar Selatan.
Harus Aman ; Petugas lapangan mengoperasikan alat-alat berat dalam proses pembangunan JLS lot 2 di Blitar Selatan.

BLITAR-Perkembangan jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Blitar belum bisa merata. Keuntungan terlihat hanya pada sektor pariwisata di pantai selatan (pansela) yang tumbuh.

Dengan kondisi tersebut belum bisa dikatakan berdampak pada segala aspek kehidupan di pesisir pulau Jawa itu.

Diharapkan ke depan perkembangan JLS ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Yakni bagi pelaku usaha dalam dunia perikanan ikan laut.

“Pertumbuhan pembangunan JLS dapat mendongkrak potensi perekonomian bagi kawasan-kawasan perikanan di pansela,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnak) Kabupaten Blitar, Eko Susanto.

Menurut dia, perkembangan JLS tidak melulu harus fokus pariwisata. Perlu ada peningkatan sektor lain termasuk potensi nelayan. Maka perlu pengembangan kawasan-kawasan untuk pengembangan pesisir, khususnya dalam perikanan laut.

“Tentu nanti ada kawasan-kawasan untuk industri perikanan. Baik berupa tambak, pembuatan garam, industri pengalengan ikan ataupun kawasan pergudangan ikan. Terlebih di sana sudah ada tempat pelelangan ikan (TPI),” ujarnya.

Dia menginginkan ada pengelolaan ikan kalengan yang dapat meningkatan pertumbuhan nelayan. Hal itu peredaran ikan laut di daratan diharapkan dapat semakin mudah. “Itu isu perlu diangkat dalam proses penetapan pertumbuhan kawasan, khususnya di JLS,” ujarnya.

Dia menyadari bahwa merealisaikan kebijakan tersebut perlu Kerjasama berbagai pihak. Termasuk dengan Perhutani sebagai pemilik lahan di daerah pansela.

Selain dari pemkab dan Perhutani, perlu turut andil dari pihak-pihak terkait. Yaitu investor yang berkeinginan menanamankan modal. “Perlu analisis dampak lingkungan sebelum pembangunan, agar Kawasan selatan tetap terjaga kelestariannya,” tandasnya.

Bukan tanpa hambatan, ada beberapa hal menjadi perhatian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nelayan. Yakni masih sedikit jalan sirip menuju ke pantai. Sehingga perlu ada perhatian terhadap jalan, agar penjualan ikan bisa mudah. “Infranstruktur jalan sirip belum maksimal. Tentu menjadi tugas pemkab untuk meningkatkan perhatian,” ujarnya.

Selama ini, hasil dari TPI di Tambakrejo sudah terbilang baik. Bahkan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan ini sudah dikirim ke berbagai wilayah seperti Sidoarjo, dan Tulungagung.

“Setelah dari TPI ada, perlu pengolahan ikan atau pabrik di Blitar. Soalnya selama ini belum ada. Namun, kami akan tetap mendorong agar bisa terealisasi. Sehingga harga jual ikan akan lebih tinggi,” ungkapnya. (mg2/din)

Photo
Photo
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #JLS #sektor perikanan