BLITAR - Ratusan pecatur se- Jawa Timur memadati aula Universitas Balitar (Unisba) Blitar kemarin (21/1). Mereka adu taktik untuk memenangkan Tournament Catur IKA Unisba Cup I 2024.
Selain membumikan catur di Blitar Raya, event perdana ini juga menjadi komitmen awal Unisba Blitar menghargai prestasi olah raga.
Ketua IKA Unisba Blitar Mohamad Trijanto mengatakan, turnament catur in merupakan event pertama yang digelar oleh pengurus baru alumni Uniba Blitar.
Tujuannya tidak lain untuk mengenalkan kampus terbesar di Blitar Raya ini kepada masyarakat di Jawa Timur.
“Selain mengenalkan kampus, event ini juga menjadi sarana untuk membumikan catur di Blitar Raya,” katanya.
Catur, kata Trijanto, bisa menjadi sarana ampuh untuk mempromosikan kampus. Tidak hanya itu, pihaknya juga memiliki harapan besar Unisba Blitar menjadi kampus yang melahirkan atlet- atlet catur terbaik di Jatim.
“Kalau di Jakarta ada Universitas Gunadarma, di Jatim ada Unisba Blitar yang memiliki atlet catur terbaik yang mampu berkontribusi di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.
Pria yang juga calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jatim ini mengungkapkan bahwa catur merupakan olah raga yang menuntut berfikir kritis dan rasional.
Ini sejalan dengan momen politik yang notabene juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan.
“Catur itu permainan konsekuensi. Ada risiko dari setiap langkah yang kita ambil. Jadi harus berfikir kritis dan logis sebelum mengambil keputusan,” terangnya.
Di lokasi yang sama, Rektor Unisba Blitar Dr. H. Soebiantoro, M.Si menyambut baik event olah raga ini. Menurutnya, Tournament Catur IKA Unisba Cup I 2024 merupakan kegiatan yang positif untuk generasi muda, khususnya di Blitar Raya.
“Ini juga menjadi ajang silaturahmi alumni, perguruan tinggi dan percasi,” katanya.
Senada dengan Trijanto, Soebiantoro juga melihat catur sebagai olah raga yang mengasah otak. Jika hal ini sering dilakukan, ada banyak manfaat positif yang bakal dirasakan.
“Ini sangat baik untuk generasi muda, yakni mampu mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang sempit. Jadi teruslah berlatih catur karena tidak akan sia-sia,” terangnya.
Rangkaian tournamen catur ini dimulai sekitar pukul 08.00. Para peserta didampingi para pendampingnya sudah memadati setiap sudut kampus sebelum acara digelar.
Ada lima kelompok atau kategori usia dalam event ini. Yakni, kategori SD/MI bawah, SD/MI atas, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan umum.
Sekretaris percasi Blitar Sangit Pambudi mengungkapkan, ada sekitar 400 peserta yang mengikuti tournament ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
“Dari barat, ada Pacitan, Ngawi dan sekitar, sedang dari wilayah timur ada yang dari Probolinggo Jember dan sekitar,” katanya.
Dia menjelaskan turnamen ini menggunakan sistem swiss dengan tujuh putaran atau pertandingan. Pemenang adalah peserta dengan poin tertinggi.
“Kalau menang memiliki satu poin, seri mendapatkan setengah poin dan nol untuk yang kalah. Jika peserta menang selama enam kali dan satu kali seri, itu sudah dipastikan menjadi juara,” katanya.
Dalam turnament ini ada 15 orang pemain yang naik podium di tiap kelompok. Namun, yang mendapatkan piala dan sertifikat dan uang pembinaan hanya juara 1 hingga 3.
Sedangkan 12 pemain lainnya mendapatkan uang pembinaan. (*)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila