BLITAR - Kecamatan Ponggok masih menjadi wilayah dengan pekerja migran Indonesia (PMI) terbanyak di Kabupaten Blitar. Tercatat lebih dari 300 orang mengadu nasib sebagai PMI sepanjang 2023.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Yopie Kharisma Sanusi mengungkapkan bahwa jumlah PMI yang minat ke luar negeri di 2023 tercatat ada 4.167 orang. Itu, lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 4.456 orang.
Menurutnya, penurunan ini disebabkan oleh perubahan sistem ketenagakerjaan. Sebelumnya, calon pekerja migran bisa didampingi oleh perusahaan penyalur. Namun pada 2023, para calon pekerja harus daftar melalui aplikasi siap kerja lalu melakukan pengunggahan dokumen dan diverifikasi oleh disnaker. Setelah itu calon pekerja migran bisa memilih perusahaan penyalur yang diinginkan.
“Karena aplikasi masih baru makanya banyak yang belum paham dan mengakibatkan jumlah calon pekerja migran berkurang. Di tahun lalu itu kecamatan terbanyak dari Kecamatan Ponggok dengan jumlah 362 orang. Sedangkan yang paling sedikit itu di Kecamatan Wates dengan jumlah 85 orang. Kalau di tahun baru ini, kami masih belum memiliki data,” ujarnya.
Data ini, merupakan catatan yang diambil sebelum calon PMI berangkat kerja ke luar negeri. Negara tujuan yang menjadi jujukan terbanyak adalah Hongkong. Jumlahnya mencapai 1699 PMI, terdiri dari 15 laki-laki dan 1684 perempuan.
Dari keseluruhan PMI yang bekerja di luar negeri, kebanyakan masih didominasi perempuan yang bekerja di sektor informal atau rumah tangga. Sedangkan untuk sektor lain seperti buruh pabrik masih sedikit.
“Jumlah PMI terbilang banyak itu disebabkan oleh faktor ekonomi. Makanya banyak perempuan yang bekerja di luar negeri sebagai buruh rumah tangga,” ujarnya.
Yang cukup mengejutkan, kata dia, Bumi Penataran menjadi penyumbang terbanyak nomor dua dari seluruh Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 8.634. Sedangkan yang tertinggi dipegang oleh Ponorogo dengan jumlah 9.180 PMI. Itu merujuk data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Desember 2023. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila