BLITAR – Imunisasi polio tahap I di Kabupaten Blitar hampir menyentuh 100 persen. Tercatat 15 anak yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Bahkan ada yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dina Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengaku selama sepekan dilakukannya imunisasi polio terdapat 15 anak yang mengalami KIPI. Dari jumlah itu, 5 anak masuk dalam kategori KIPI serius hingga dilarikan ke rumah sakit. 10 anak lainnya menjalani perawatan di rumah.
“Beberapa anak yang mengalami KIPI ini dirawat di puskesmas dan di rumah sakit. Namun untuk yang KIPI serius, semuanya dirawat di rumah sakit. Gejalanya, muntah hingga diaere,” ujar Anggit yang ditemui kemarin (22/1).
Dia melanjutkan, salah satu anak yang mengalami KIPI serius itu berasal dari Kecamatan Gandusari. Anak tersebut mengalami KIPI usai imunisasi polio yang dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Gandusari beberapa waktu lalu. “Dari ribuan yang diimunisasi, hanya 1 anak yang mengalami KIPI di Gandusari,” terangnya.
Anak tersebut, langsung mendapatkan penananganan medis dan saat ini sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Wlingi. “Anak ini mengalami gejala diaere usai imunisasi, namun ternyata kondisinya parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit,” imbuhnya.
Anggit menjelaskian, bahwa banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami KIPI, salah satunya koinsindental. Biasanya, anak tersebut mengalami sakit yang tidak dilaporkan sebelum imunisasi.
“Sebenarnya yang menentukan anak mengalami KIPI itu, kewenangannya Komisi Daerah (Komda) KIPI. Dinskes hanya mengumpulkan data anak yang mengalami gejala KIPI. Setelah itu dianalisa oleh Komda KIPI,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk capaian imunisasi polio sejauh ini secara riil mencapai 95,1 persen. Dinkes mengaku bahwa sebagian sasaran mengalami sakit dan berpergian ke luar kota. Sehingga, dinkes kini melakukan sweeping di wilayah untuk mengadakan imunisasi susulan.
Anggit menganggap capaian 95 persen itu sudah memenuhi target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun pihaknya tetap mengejar 100 persen karena memang masih banyak anak yang belum mengikuti imunisasi.
“Sebenarnya untuk capaian kumulatif pusdatin, kami sudah mencapai 100 persen. Namun kami lebih senang memakai data riil 95 persen itu. Imunisasi sweping atau susulan ini dilakukan sampai sebelum dilakukannya vaksin polio tahap II,” pungkasnya. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila