Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dianggap Wajar, KIPI Polio di Kabupaten Blitar Bertambah,7 Anak Dirawatan di Rumah Sakit

Fajar Ali Wardana • Kamis, 25 Januari 2024 | 18:36 WIB

 

JANGAN NANGIS: Balita dalam gendongan orang tuanya menerima imunisasi polio.
JANGAN NANGIS: Balita dalam gendongan orang tuanya menerima imunisasi polio.

BLITAR -  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menerima laporan tambahan kasus kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) polio. Meski dianggap wajar, setidaknya ada 45 kasus KIPI usai imunisasi serentak se-Jatim ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan, berdasarkan data terbaru miliknya hingga Rabu, (24/1) tercatat ada 45 kasus KIPI di Kabupaten Blitar.

“45 kasus ini meliputi 38 kasus KIPI nonserius atau anak mengalami gejala ringan sehingga cukup melakukan rawat jalan saja. Kemudian 7 kasus lainnya masuk kategori KIPI serius dan harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit,” ujar Anggit saat ditemui pada (24/1).

Dia melanjutkan, anak yang mengalami KIPI serius ini di antaranya beberapa anak dari Kecamatan Ponggok. Kini mereka sudah dilarikan ke RSUD Srengat dan Puskesmas Srengat.

Sementara kasus KIPI di Blitar Timur dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. “Kemungkinan anak yang dirawat di RSUD Srengat sudah boleh pulang setelah mendapatkan penanganan tenaga medis,” katanya.

Menurut Anggit,  angka KIPI masih cukup rendah karena hanya ada 45 kasus dari sasaran 134 ribu lebih anak di Kabupaten Blitar. Sebab, puluhan kasus KIPI ini masih di kisaran 1 persen dari total sasaran imunisasi polio.

Anggit menjelaskan, sebagian kasus KIPI serius disertai insiden seperti kondisi trombosit anak yang sudah turun saat proses imunisasi. Lalu, anak tersebut juga mengalami gejala muntah hingga diare yang cukup parah dan terpaksa dibawa ke rumah sakit.

Untuk KIPI nonserius, kata dia, sejumlah anak mengalami gejala ringan seperti muntah, tantrum, hingga hilang nafsu makan. Untungnya hal itu masih bisa ditangani secara rawat jalan dengan mengonsumsi obat.

“Kasus KIPI ini masih wajar dan pasti ada di setiap imunisasi. Apalagi karena waktu imunisasi dilakukan secara bersamaan, sehingga adanya KIPI tidak terhindarkan.

Terpenting, anak harus dalam kondisi sehat saat menerima imunisasi polio untuk menghindari adanya KIPI lanjutan,” ungkapnya.

Anggit berharap tidak ada kasus KIPI lagi, meskipun kemungkinan atau potensi penambahan kasus KIPI ini sangat besar. Lantaran beberapa hari yang lalu masih ada aktivitas imunisasi susulan.

Sementara itu, capaian imunisasi polio secara riil sudah mencapai 100,3 persen. Inggit bersyukur imunisasi susulan yang dilakukan beberapa hari lalu terlaksana dengan lancar.

Dengan demikian, dari sasaran 134.146 ribu anak sudah terpenuhi sebelum digelarnya imunisasi polio tahap dua yang direncanakan pada Februari nanti.(jar/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#dinkes #Kabupaten Blitar #KIPI pada anak #polio