Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ini Dia Tips Budi Daya Ular Piton, Perhatikan Suhu Ruang, Cegah Tulang Punggung Bengkok

Mila Inka Dewi • Senin, 29 Januari 2024 | 17:37 WIB
HARUS TEPAT: Suhu untuk menghangatkan ular tidak lebih dari 30 derajat celcius. Jika terlalu panas tulang ular akan bengkok.
HARUS TEPAT: Suhu untuk menghangatkan ular tidak lebih dari 30 derajat celcius. Jika terlalu panas tulang ular akan bengkok.

 

BLITAR - Yang perlu diperhatikan, kata peternak ular Nanang Pramadi, tidak semua ular bisa dikawin silangkan. Terpenting ular tersebut harus berasal dari ordo atau garis keturunan yang sama. Misalnya, ular jenis rericulatus dengan morulus.

Nanang mengatakan ternak reptil berbeda dengan ternak unggas. Proses perkawinan reptil dilakukan diatas usia 4 tahun. Resikonya, jika belum siap kawin dan dipaksakan akan membuat ular stres dan tidak mau makan. Akibatnya ular akan mati.

“Jadi kalau ingin breeding ular harus tahu tentang jenis-jenis ular dan kapan umur atau waktu yang tepat ular itu siap untuk dikawinkan,” jelasnya sambil menunjukkan salah satu jenis ular koleksinya, Jumat (26/1).

Meski begitu, lanjut dia, untuk jenis sanca bodo, burnis, atau piton berma bisa lebih cepat untuk disilangkan. Umur 2 tahun sudah bisa dilakukan. Berbeda dengan jenis reticulatus minimal umur 4 tahun. Itupun kondisi fisik ular harus gemuk.

Pasalnya, untuk mengeluarkan telur berdasarkan lemak yang di tubuh ular. Jika lemak semakin banyak, telur yang diproduksi juga semakin banyak.

Nanang menjelaskan ular sendiri sejatinya tahu persis kondisi tubuhnya. Ketika ular tidak siap untuk bertelur meskipun sudah melalui proses persilangan, telur itu tidak akan ditetaskan. Itu merupakan insting alami.

“Karena ular tahu kalau badannya tidak gemuk atau tidak siap telur yang akan dikeluarkan kualitasnya tidak bagus,” terang warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan ini.

Menurut dia, ada beberapa trik khusus yang dilakukan oleh beberapa breeder agar ular cepat bertelur. Seperti dengan memberikan makanan yang banyak mengandung vitamin E. Misalnya diberi makan ayam yang sering dipakan kecambah.

Bisa juga ayam itu disuntik dengan hormon yang mempercepat proses bertelur. Sehingga, banyak hormon yang bisa diserap oleh ular tersebut.

Ular, lanjut Nanang, memiliki masa bertelur setahun sekali. Masa kawin berlangsung pada April. Enam bulan selanjutnya atau Oktober memasuki musim bertelur.

Ketika mengerami ular tidak makan sama sekali, tetapi memperbanyak minum. Jika di alam liar cara mengerami dengan melingkarkan tubuhnya di sekeliling telur.

“Itu untuk menghangatkan suhu ular dengan cara membuat sarang dari daun-daun dan masuk ke dalamnya,” bebernya.

Sementara itu, proses pengeraman ketika musim panas. Biasanya pada Juli-September ketika suhu sedang panas-panasnya. Namun, ketika sudah dipenangkaran, telur akan dihangatkan di inkubator.

Suhu standar untuk menghangatkan ular yakni 30 derajat celcius. Jika dibawah itu minimal 28 celcius, dan maksimal 33 celcius. Ketika lebih dari itu, ular yang menetas akan cacat utamamya pada tulang. Biasanya tulang ekor atau punggung ular akan terlihat bengkok.

Nah, untuk mengatasi suhu yang panas dengan cara membuka tutup inkubator. Bisa juga diangin-anginkan menggunakan kipas atau blower.

“Penting untuk menjaga suhu ruang atau inkubator. Karena jika cacat akan memengaruhi harga jual ular itu,” tandasnya. (ink/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#budidaya #ular piton #Kabupaten Blitar #blitar