Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Firdausin Nuzula, Tekuni Dunia Olah Vokal, Selera Musik Mengalir, Bisa Campursari hingga Pop Rock

Fajar Ali Wardana • Senin, 29 Januari 2024 | 17:48 WIB
BERBAKAT: Firdausin Nuzula ketika tampil di suatu acara bersama band-nya beberapa waktu lalu.
BERBAKAT: Firdausin Nuzula ketika tampil di suatu acara bersama band-nya beberapa waktu lalu.

 

BLITAR-Menumbuhkan bakat dari kecil menjadi dasar untuk berkarier di masa depan. Seperti yang diterapkan oleh Firdausi Nuzula, warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari. Sejak kecil, dia sudah ditulari oleh orang tuanya dengan musik.

Firda, sapaan akrabnya, mengenal dunia musik sejak masih berumur 3 tahun. Di lingkungan keluarga dan desanya, dia sering memainkan musik campursari dan dangdut. Telinganya pun terbiasa mendengarkan musik.

Semakin lama mendengarkan musik, dia sesekali ikut bernyanyi hingga didengar orang tuanya.

”Dari kecil sering ikut lomba nyanyi. Itu sekaligus menambah ilmu dan pengalaman di dunia musik,” terangnya. Bahkan, sejak TK hingga sekarang, jika ada hajatan selalu diminta untuk menyanyi.

Keterampilan bernyanyi, diakui Firda, diperoleh secara otodidak. Selama ini, dia belajar bernyanyi tanpa campur tangan guru les musik. Ketertarikannya pada dunia tarik suara itu pun mendapat dukungan penuh dari orang tuanya.

Selama ini, Firda tidak diarahkan oleh orang tuanya untuk harus menekuni bidang musik, khususnya olah vokal.

Berkat kepiawaiannya mengolah suara, dia didapuk menjadi vokalis band lokal bernama Cah Angon. Kurun setahun terakhir, band tersebut telah meramaikan belantika musik Blitar Raya.

Band tersebut terdiri dari anak muda yang suka berkumpul di sebuah kafe, termasuk Firda. Akhirnya, terbentuklah band tersebut sebagai wadah untuk menyalurkan hobi bermusik.

Saat itu, awalnya Firda dan kawan-kawan sekadar membuat konten untuk YouTube. Namun, makin ketagihan hingga diundang di hajatan besar di Bumi Bung Karno.

“Sebelum jadi vokalis band, saya jadi penyanyi freelance. Bernyanyi di hajatan-hajatan pernikahan, lamaran, dan lainnya.

Beberapa kali juga diminta untuk menjadi pembawa acara, meski tidak sesering bernyanyi,” ungkap perempuan 21 tahun ini.

Seiring menjadi vokalis band, pengalaman manggung semakin bertambah. Band yang digawanginya sering tampil di acara dies natalis sekolah dan konser dengan artis ibu kota. Terkadang manggung di luar kota seperti di Malang, Pasuruan, hingga Kediri.

Terkait selera genre musik, kata Firda, mengalir. Sewaktu kecil, dia sering bernyanyi campursari. Menginjak remaja beralih pop jazz, hingga kini menikmati aliran pop rock. (jar/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bakat #Kabupaten Blitar #blitar #musik #bernyanyi