Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Reny Nurul Ita, Mantan Korban Bullying Sukses Jadi Kreator Konten, Jujur Review Produk Skincare Agar Penonton Tak Tertipu

M. Luki Azhari • Senin, 29 Januari 2024 | 18:03 WIB
CAPTION: Reny Nurul Ita, kreator konten yang menjemput sukses dari pengalaman pahit menjadi korban perundungan.
CAPTION: Reny Nurul Ita, kreator konten yang menjemput sukses dari pengalaman pahit menjadi korban perundungan.

 

 

BLITAR - Tripod dan kamera jadi teman Reny Nurul Ita kala memproduksi konten. Perempuan 25 tahun ini harus tetap produktif, apalagi saat mendapat pesanan membuat konten promosi make-up dan skincare.

Di balik rutinitas yang serbapadat, Reny justru menikmatinya. Maklum saja, kreator konten merupakan bidang yang dia dambakan sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Kini tak kurang puluhan produk kecantikan dia terima setiap minggunya. Baik merek lokal maupun nasional terkemuka.

Jauh sebelum menjadi influencer, perempuan warga Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan ini sempat menelan kenyataan pahit di masa kecilnya. Reny mengalami perundungan yang membuatnya terpuruk.

“Dari dulu aku jadi korban bully, sejak SD. Sedikit teman yang aku punya. Dengan situasi seperti itu, kepercayaan diri untuk mau berkembang sulit,” kenangnya.

Bullying verbal sering kali dia dapatkan, menyangkut penampilan dan latar belakang keluarganya. Harapannya merangkai memori manis di masa kanak-kanak sedikit terkikis.

Namun, dia enggan tenggelam dalam rundungan itu. Menepi dan menenangkan diri dari pihak-pihak yang kurang mendukungnya saat itu jadi pilihan terbaik.

Kondisi ini sedikit berubah ketika masuk jenjang SMP. Perempuan ramah ini mengaku mulai mendapat banyak relasi pertemanan.

Hawa positif pun terus bertahan hingga memasuki bangku SMK. Dia mendapat teman-teman yang mengapresiasi, mendengar segala keluh dan kesahnya selama ini.

“Apa pun bentuk bully, tidak mudah buat korban apalagi perempuan. Tapi bersyukur karena kondisi sekarang jauh lebih baik,” papar perempuan yang hobi kulineran ini.

Baca Juga: Cerita Rahmad Surya Wiyandoyo Tampilkan Komik di Gus Jeng 2023, Terpikat Slice of Life dan Action, Bertekad Masuk ISI Yogyakarta

Pertengahan 2023 menandai awal dirinya bergabung dengan salah satu agensi kreator konten. Lagi-lagi, jalan rezeki tak mudah untuk digapai. Dia masih ingat betul saat kali pertama membuat video mendapat honor Rp 20 ribu.

Nominal yang tentu jauh dari angan. Namun, dia menyadari, mustahil langsung berada di puncak sukses saat baru mengawali kegiatan barunya.

Evaluasi dan improvisasi terus dia lakukan agar hasil selaras dengan usahanya. Bikin konten dari pagi hingga pagi lagi pun pernah dia lakoni.

Seiring berjalannya waktu, mahasiswa jurusan ilmu komunikasi ini memutuskan hengkang dari agensi dan mengelola kontennya secara mandiri. Meski semula kerepotan, dia kini terbiasa dengan suka-duka kreator konten.

“Di balik ini semua, awalnya aku iseng jadi kreator konten. Tapi semakin ke sini merasa enjoy. Aku menikmati sekali,” lanjutnya.

Kehidupan menjadi promotor produk kecantikan tak selalu mulus. Beberapa kali Reny mendapat produk yang tidak cocok dengan wajahnya. Walhasil, kulitnya sempat terasa panas dan tidak nyaman.

Untuk produk tersebut, terkadang dia merekomendasikan agar penggunaannya tidak berlebihan. Baginya, review jujur perlu dilakukan agar penonton tak tertipu dengan produk.

“Itu pengalaman yang kadang bikin waswas. Tapi buat pelajaran aja. Saat ini lebih selektif pilih produk yang mau di-endorse,” tutur Reny yang kini memiliki jumlah pengikut 200 ribu akun di media sosialnya.

Dari pahit dan manisnya pengalaman, Reny kini mampu menempuh jenjang perguruan tinggi dari hasil kerja kerasnya. Keraguan yang selama ini tertuju kepadanya mulai pudar.

Dia makin percaya diri membuktikan bahwa hidup harus dijalani dengan semangat dan doa.

“Jangan insecure. Aku dulu sama sekali tidak yakin. Aku ambil keputusan nekat. Dan, setelah aku terjun di dunia ini, banyak pelajaran yang aku petik. Coba aja dulu,” sambungnya.

Dia juga berpesan kepada generasi muda yang pernah menjadi korban bully agar tak lantas menyerah dengan keadaan. Justru, keadaan sulit terkadang menjadi motivasi tersendiri untuk bersinar di masa mendatang.

“Kalau kamu ingin dapat sesuatu yang diinginkan, harus bisa mengalahkan diri sendiri. Karena musuh paling besar adalah diri sendiri,” tandasnya. (*/c1/sub)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#produk skincare #blitar #konten kreator