BLITAR - Penggemar tanaman hias masih tetap ramai meskipun tak sebanyak saat pandemi Covid-19.
Saat itu, merawat tanaman hias menjadi kegiatan favorit masyarakat karena harus menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Peminat tanaman hias di Blitar Raya saat ini hampir tiap hari mendatangi floris atau pedagang tanaman hias yang bertebaran tepi jalan dan gang Bumi Penataran.
Seperti yang dirasakan oleh Erna Ihayati warga Desa Pasirharjo Kecamatan Talun. Setiap hari green house yang ada di depan rumahnya selalu di datangi orang yang tertarik dengan tanaman hias.
“Paling diminati masyarakat di tempat kami adalah bungai mawar, krisan, kenanga, melati dan bibit buah. Namun diantara semua itu, bunga mawar yang sering diburu oleh masyarakat, karena warnanya yang mencolok dan aromanya harum,” ujar Erna yang ditemui di rumahnya Jumat (26/1).
Dia melanjutkan, untuk bunga mawar yang ukuran pot kecil dipasang harga Rp 7.500. Sedangkan bunga mawar yang memakai polybag harganya mencapai Rp 20 ribu.
Banyak ibu-ibu atau perempuan muda yang meminati tanaman ini untuk dikoleksi di taman rumahnya. Perbedaan harga ini tentu tergantung ukuran tanaman yang dipesan.
Sedangkan untuk bibit buah, ada mangga yang dijual mulai Rp 30 ribu. Semakin tambah tinggi semakin mahal harganya.
Namun tanaman yang paling mahal milik Erna saat ini adalah bibit kelengkeng. 1 polybag itu bisa dihargai sampai Rp 250 ribu.
“Mahalnya itu karena ukurannya besar dan sudah ada buahnya. Tanaman kelengkeng banyak peminatnya.
Namun yang dicari justru yang bibit kecil karena ekonomis dan terjangkau. Untuk yang kelengkeng besar biasanya diminati oleh orang tertentu saja,” ungkapnya.
Menurut Erna, perawatan tanaman miliknya itu sama dan tidak sulit. Paling penting setiap hari harus disirami, minimal 1 kali sehari.
Sedangkan pemupukan biasanya dilakukan sebulan atau dua bulan sekali. Namun tidak semua tanaman harus diberi pupuk.
Green house milik Erna ini menjual ratusan tanaman dari berbagai jenis. Totalnya mungkin lebih dari 100 varietas. Misalkan kelengkeng milik Erna terdiri ada matalada, pingpong, merah, kristal, dan lainnya.
“Untuk bungai seperti mawar juga banyak jenisnya. Ada mawar lokal, rambat, dan holland. Selain mawar, ada melati, krisan, sakura, kenanga dan kantil untuk ke makam yang harganya Rp 30 ribu,” pungkasnya. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila