Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dukung Literasi, Pemda Blitar Alokasikan Rp 10 M Untuk Bangun Perpustakaan Anyar

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 29 Januari 2024 | 19:43 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BLITAR – Masyarakat Kabupaten Blitar tampaknya bakal memiliki perpustakaan baru. Pemerintah daerah mengalokasikan Rp 10 miliar (M) untuk pembangunan sarana pendukung literasi tersebut.

Kepala bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuship) Kabupaten Blitar, Moman Soekrisno menjelaskan.

Pembangunan gedung perpustakaan masih dalam proses perencanaan. Tahap awal pembangunannya diperkirakan mulai dikerjakan pada Maret atau April tahun ini.

“Ya tergantung jadwalnya nanti bagaimana. Ini tahapan diselesaikan dulu. Jumat (19/1), kami sudah melakukan koordinasi dengan dishub terkait analisis dampak lalu lintas (andalalin).

Hal ini merupakan salah satu persyaratan dalam pembangunan perpustakaan. Namun yang pasti di tahun ini sudah mulai pembangunan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Rancang Bangun Rinci alias detail engineering design (DED) sudah dibuat sejak 2022.

Namun berkali-kali kandas karena anggaran masih digunakan untuk pemulihan pascapandemi. Alhasil, proyek ini molor dan dilaksanakan tahun ini.

Pada 2023 lalu dilakukan review DED guna memperhitungkan ulang pemanfaatan anggaran agar lebih murah dan cepat. Rencananya, gedung baru ini bisa digunakan pada 2025 mendatang.

“Sejak 2021 sudah ada tinjauan. Dulu direncanakan di dekat musala yang ada di samping kantor. Namun tidak jadi.

Lalu di 2022 baru direncanakan DED-nya dan akan dibangun di belakang kantor disperpusip,” ungkapnya.

Soekrisno mengaku, gedung perpustakaan yang masih dalam rencana pembangunan ini sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar pengunjung yang datang ke Perpustakaan Kabupaten Blitar dapat terpuaskan.

Sebab, perpustakaan yang ada saat ini sangat kecil dan tidak mengakomodasi jumlah pengunjung yang datang.

“Diperkirakan dalam proyek pembangunan perpustakaan ini akan menelan anggaran Rp 10 M dari dana alokasi khusus pusat. Jumlah itu belum termasuk interior dan IT. Hanya bangunan gedung saja,” lanjutnya.

Rencananya, gedung baru tersebut akan memiliki dua lantai. Dengan berbagai ruangan tambahan seperti ruang audio, film, dan diskusi.

Bahkan, rencananya akan ada juga ruang latihan untuk anak-anak dalam membuat puisi, cerpen dan pembacaan puisi.

“Itu agar perpustakaan tak dianggap hanya tempat pinjam-kembalikan buku, tapi bisa lebih dari itu,” ungkapnya. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pemda #perpustakaan #Alokasikan Dana