BLITAR - Pendakwa kondang Gus iqdam, sering kita lihat sebagai sosok murid yang sangat takzim kepada guru-gurunya. Hal ini terlihat secara visual ia tunjukkan di berbagai kesempatan jika bertemu dengan kyainya.
Pemandangan seperti ini sangat indah dengan tingkat kesopanan diikuti dengan gestur tubuh yang menunjukkan betapa hormatnya seorang murid terhadap gurunya. Seperti ketika Gus iqdam bertemu kyai haji Nurul Huda Jazuli, gurunya di pesantren.
Pemandangan itu terlihat saat Gus iqdam menghadiri pernikahan gus Sunny dan Ning Chasna di Ponpes Ploso Kediri. Diketahui, Ning Chasna adalah Putri K.H Muhammad Abdurrahman atau Gus Kautsar.
Sementara gus Sunny adalah putra kyai haji fahim ruyani gus fahim sekaligus cucu dari kyai haji Fuad munim jazuri. Menukil NU online, salaman dengan mencium tangan Kyai bukanlah pengkultusan akan tetapi perwujudan dari sebuah penghormatan takzim.
Mengapa itu dilakukan, karena prasyarat berkah dan manfaat ilmu yang didapat dari seorang kyai atau guru, adalah ikhlasnya seorang guru dalam mengajarkan ilmunya, dan takzimnya seorang santri atau murid.
Sikap takzim yang ditunjukkan oleh Gus Iqdam kepada guru-gurunya saat menghadiri pernikahan Ning Chasna dan Gus Sunny menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Tak hanya itu, Gus Iqdam juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada para guru yang telah memberikan ilmu dan bimbingan kepadanya selama ini. Ia mengakui bahwa tanpa bimbingan mereka, dirinya tidak akan menjadi seperti sekarang ini. (hak)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila