BLITAR - Momentum Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) Ke-101 yang jatuh pada Selasa (31/12) bertepatan jelang pemilihan umum (pemilu) pada 14 Februari mendatang menjadi perhatian khusus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar.
“Momentum Harlah NU Ke-101 ini untuk merefleksi berbagai pilihan yang dipilih. Sehingga seluruh masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya secara arif, bijaksana, dan penuh tanggungjawab,” ungkap Ketua FKUB Kabupaten Blitar KH. Agus Muadzin.
Masa-masa jelang pemilihan ini tentunya dipenuhi dengan berbagai fenomena dan intrik politik.
Maka bukan hanya butuh menyuarakan dukungan politik secara bijak, tapi juga harus berupaya menghindari hal-hal yang mencederai keadilan dan merugikan masyarakat.
“Perbuatan-perbuatan anarkis dan provokatif yang mengganggu ketertiban dan kerukunan antarumat beragama harus dihindari,” harap Muadzin, sapaan akrabnya.
Selain itu, setiap masyarakat untuk bijaksana memanfaatkan media social (medsos), yakni dengan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sehingga setiap informasi yang diterima harus disaring, bila perlu harus diverifikasi terlebih dahulu, kemudian baru dimanfaatkan atau disebarkan secara bijaksana.
“Informasi yang justru memecah belah persatuan dan meruntuhkan rasa toleransi, serta bernuansa SARA lebih baik tidak disebarluaskan,” tegasnya.
Tidak kalah penting adalah kewajiban setiap warga negara untuk saling menjaga dan saling menghargai perbedaan.
Dia mengajak setiap warga di Blitar untuk memastikan pesta demokrasi berjalan dengan baik dan lancar, dan menjadi sarana untuk merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mari kita menggunakan hak pilih secara rasional dan obyektif berdasarkan kajian keilmuan ilmu agama, dan kaji dengan ilmu sosial. Semoga siapapun yang terpilih mendapatkan petunjuk dari Allah SWT,” doanya. (*/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila