Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Gus Iqdam Soal Penyamarannya yang Gagal, dan Tempat Persembunyian Ngopinya

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Kamis, 1 Februari 2024 | 01:30 WIB
Gus Iqdam ngopi di pinggir jalan
Gus Iqdam ngopi di pinggir jalan

BLITAR - Saat pengajian rutinan Kamis malam di markas pusat Sabilu taubah pada 18 Januari lalu, Gus Iqdam bercerita bahwa dirinya baru saja hutang 100 ribu kepada Mak tesi tetangganya.

Uang tersebut dipakai untuk beli bensin mobil pick up yang dikendarainya. Pada waktu itu Gus Iqdam merasa menjadi warga biasa, itu karena dirinya bisa berjalan-jalan dan menyopir sendiri mobil yang dikendarai.

"Saya sore tadi beneran merasa jadi manusia beneran lho, enak banget jadi warga biasa yang naik mobil pick up dan disetir sendiri muter-muter desa" ungkap Gus Iqdam.

Hanya ditemani dua santri pondoknya yang bernama Hendrik dan seseorang yang disebut Gus Iqdam sebagai ketua.

Setelah sukses mendapatkan pinjaman dari Mak tesi penyamaran menjadi warga biasa pun gagal.

Dikarenakan para perempuan petugas pengisi bensin yang didatangi Gus Iqdam langsung mengenalinya.

Kemudian Gus iqdam beserta Hendrik dan ketua melanjutkan dengan jajan Sempol dan dimsum. Dan lagi-lagi penyamarannya gagal total. Karena penjual dimsum dan Sempol mengenalinya.

Pada jamaahnya pula, Gus Iqdam mengaku punya tempat baru untuk ngopi di sekitar markas pusat St, atau dekat dengan kediamannya.

Dan saat itu dirinya sempat mampir ke lokasi ngopi tersebut, namun Gus Iqdam tak mau menyebutkan titik lokasi jelasnya kepada para jamaah.

Dengan tujuan lokasi ngopinya itu aman sebagai tempat persembunyian. Agar tak banyak orang mendatanginya karna beliau orang tersohor, dan Gus Iqdam bisa merasa seperti warga biasa.



Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#gus iqdam #Kabupaten Blitar #blitar #ST nyell #sabilu taubah