Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terkait Operasional Pabrik Rokok Gudang Garam di Blitar, Wajib Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Demi Pangkas Pengangguran

M. Luki Azhari • Kamis, 1 Februari 2024 | 17:59 WIB
SERAP TENAGA KERJA: Sejumlah pekerja pabrik rokok Gudang Garam mulai beroperasi
SERAP TENAGA KERJA: Sejumlah pekerja pabrik rokok Gudang Garam mulai beroperasi

BLITAR - Pabrik rokok Gudang Garam mulai beroperasi di Bumi Bung Karno. Kapasitas tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari seribu pekerja. Legislatif meminta perusahaan bisa memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi. Dia menilai tenaga kerja lokal harus diutamakan, mengingat keberadaan pabrik tersebut diharapkan bisa memangkas angka pengangguran.

“Tenaga kerja di sini harus diutamakan. Apalagi, tempatnya di kota, penyerapan tenaga harus bisa optimal dari kota dulu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Total kapasitas tenaga kerja yang ditampung pabrik rokok berbasis kemitraan itu sekira 1.300 orang. Saat ini masih menyerap 900 pekerja. Jumlah itu didominasi warga Kabupaten dan Kota Blitar.

Ribuan pencari kerja perlu memanfaatkan posisi yang masih lowong. Dengan begitu, angka pengangguran yang saat ini tercatat 5,39 persen bisa berkurang.

“Ada training dulu. Setelah itu masa percobaan 6 bulan. Kalau sudah berjalan, bisa jadi tenaga kerja tetap dan gaji bisa di atas UMK (upah minimum kota atau kabupaten),” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UKM, dan Naker) Kota Blitar Juyanto menuturkan, jumlah warga kota yang sementara ini terserap sekira 308 orang. Sisanya warga luar daerah.

“Data terakhir ada 308, tapi ini dari pihak perusahaan belum final. Masih ada tambahan sampai nanti final kebutuhan perusahaan tercukupi,” jelasnya.

Dia menambahkan, persentase pengangguran bukan tidak mungkin turun signifikan pada tahun ini.

Sebab, selain beroperasinya pabrik rokok Gudang Garam, berdirinya pabrik baru berskala nasional yakni, PT HM Sampoerna Tbk yang rencananya buka tahun ini, diprediksi cukup membawa dampak positif.

“Yang satunya nanti kebutuhannya cukup besar. Desember lalu, kami sudah fasilitasi warga miskin ekstrem usia kerja, dan sudah kami pertemukan. Dari situ, ada 100 orang berminat ikut daftar,” bebernya.

Baca Juga: Menakar Operasional Pabrik Rokok di Kota Blitar, Ketua DPRD: Sebagai Wakil Rakyat, Kami...

Saat ini, angka pengangguran di Kota Blitar sebesar 5,39 persen atau setara dengan 4.192 jiwa. Lalu, perusahaan yang memproduksi sigaret kretek tangan (SKT) itu memerlukan sekitar 3.000 pekerja secara bertahap.

“Bulan ini sudah seleksi dan masih berjalan. Kelihatannya sampai Februari, bahkan Juni. Karena dengan jumlah besar, rekrutmen berlangsung bertahap,” tandasnya.

Sekadar diketahui, nilai investasi dua pabrik rokok yang ekspansi di Kota Blitar ini mencapai sekira Rp 430 miliar.

Terdiri dari pabrik Gudang Garam sebanyak Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar, sementara PT HM Sampoerna Tbk menyumbang Rp 400 miliar. (luk/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #gudang garam #pabrik rokok #Kota Blitar