BLITAR-Si jago merah melalap rumah milik Bimo Bayu Pamungkas, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Rabu,(31/1).
Kondisinya rumah saat itu kosong, kini sudah 80 persen hangus. Diduga kemunculan api terjadi karena korsleting listrik, indikasinya ada kabel serabut yang hangus.
Warga desa setempat, Abdul Rokim mengaku, pertama kali menyemprotkan air untuk memadamkan api di rumah milik Bimo.
Saat itu dirinya sedang bekerja di pabrik elektronik yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Lalu, mendapatkan kabar rumah tetangganya terbakar dan langsung terjun ke lokasi untuk membantu menjinakkan api.
“Saya tiba di lokasi api sudah membesar dan asapnya mengepul tinggi. Saya langsung memutuskan aliran listrik.
Kemudian, mengambil pompa air yang kebetulan ada kolam di belakang rumah untuk memadamkan api, agar tidak merambat ke bagian lain,” ujar Abdul, sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, warga berperan penting dalam memadamkan api di rumah milik Bimo. Karena, warga dengan segera membawa air di kolam untuk menyiram api yang bergejolak.
Namun rumah bergaya lawas itu nyaris ludes, karena usaha warga saja tidak cukup untuk memadamkan.
Sementara itu, Kasi Penyelamatan dan Pencegahan Damkar Kabupaten Blitar Bambang Suprapto mengatakan, menerima laporan kebakaran pukul 09.10 WIB dari warga. Mereka langsung berangkat ke lokasi kejadian.
“Pemilik rumah sudah berangkat kerja saat peristiwa kebakaran terjadi. Peristiwa kebakaran diketahui tetangga korban.
Warga pertama kali melihat kobaran api dari atap rumah korban. Api sudah dalam kondisi membesar,” ujarnya.
Dia mengatakan, damkar menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit dari pemadam kebakaran dan satu unit dari BPBD Kabupaten Blitar.
Dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi. Proses pemadaman dan pembasahan berlangsung lebih kurang sekitar 45 menit.
Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong. Pemilik pergi bekerja. Saat kebakaran, sebagian perabotan rumah diselamatkan oleh warga dengan dibawa keluar rumah.
Namun api cepat menjalar karena banyak kayu dan barang yang mudah terbakar. Sedangkan, proses pemadaman dilakukan selama 45 menit.
“Untuk penyebab diduga korsleting listrik karena ditemukan kabel serabutan. Beberapa perabotan rumah dievakuasi warga.
Sedangkan untuk total kerugian mencapai Rp 90 juta, karena ada motor merk tiger yang terbakar,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Gandusari Anton Ariyanto menjelaskan, bahwa sumber api berawal dari atap ruang tamu hingga membesar.
Dari titik tersebut terdapat sambungan kabel listrik dari stop kontak ke atas plafon yang tidak beraturan. Hal tersebut yang mengakibatkan korsleting arus listrik hingga terjadi kebakaran.
“Api cepat membesar dikarenakan plafon rumah terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar,” pungkasnya.(jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila