Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kepayon Pujasera, Dari Jualan Stroberi Merambah Aneka Kuliner, Harga Terjangkau, Tiap Pagi Selalu Diserbu Emak-Emak

Doni Setiawan • Jumat, 2 Februari 2024 | 17:30 WIB
LARIS MANIS: Para pelanggan Lapak Kepayon memilih jajanan fresh yang disajikan di Jalan Sultan Agung No 73 atau timur Istana Gebang.
LARIS MANIS: Para pelanggan Lapak Kepayon memilih jajanan fresh yang disajikan di Jalan Sultan Agung No 73 atau timur Istana Gebang.

 

 

BLITAR-Pagi itu, Lapak Kepayon di timur Istana Gebang sudah ramai orang mengantre. Mereka tampak sabar menunggu giliran dilayani. Sebagian yang lain sibuk memilih aneka jajanan yang cocok disantap untuk sarapan.

Buka pukul 06.00, lapak jajanan milik Novi Labellin itu sudah diserbu banyak orang. Mereka berebut jajanan hingga berbagai jenis makanan dan lauk-pauk yang disediakan.

”Sejak pagi memang ramai seperti ini. Rata-rata yang beli ibu-ibu dan anak sekolah sekitar,” ungkap Novi kepada Jawa Pos Radar Blitar, Rabu (31/1).

Sejak pagi hingga siang menjelang tutup pukul 13.00, Lapak Kepayon laris manis menjadi jujukan masyarakat.

Sebelum menjual aneka makanan dan jajanan, Novi hanya menjual buah Stroberi. Namun melihat peluang bisnis kuliner yang menjanjikan saat ini, Novi berupaya mengembangkan usahanya.

Dia lantas mencoba berjualan aneka makanan berupa olahan kue. Mulai donat, terang bulan mini, hingga churros. Kemudian, puding, salad buah, siomay, hingga jajanan pasar.

"Terutama saya jual makanan yang disukai anak-anak karena memang dekat lingkungan sekolah,” kata perempuan yang merintis Lapak Kepayon sejak 2020 ini.

Usaha kuliner yang dikelola Novi itu kini memiliki tiga karyawan. Perkembangan informasi dan teknologi saat ini memudahkannya untuk memasarkan produk. Dia pun memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dagangannya.

”Awalnya saya buka kecil-kecilan. Karena perkembangan teknologi, saya memberanikan diri untuk mengembangkan bisnis ini. Saya semakin getol dalam memasarkan dagangan,” terang perempuan 29 tahun ini.

Nama Lapak Kepayon terinspirasi dari bahasa Jawa yang berasal dari kata payu atau laku keras.

Dengan nama tersebut, dia berharap bisnisnya senantiasa laku keras. Doa dan kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan.

Terbukti hampir setiap pagi Lapak Kepayon selalu diserbu emak-emak hingga anak sekolah. Lapak tersebut menjadi jujukan karena harganya yang terjangkau dibanding lapak jajanan lain.

Di Lapak Kepayon, jajanan dan makanan serta minuman dijual mulai harga Rp 2 ribu. Tentunya berbagai menu jajanan dan makanan yang disajikan fresh untuk disantap.

“Di sini fresh semua. Harganya pun juga ramah di kantong pelajar. Termasuk untuk kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah” ungkapnya.

Novi berharap Lapak Kepayon semakin maju dan berkembang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan membuka lapak baru di tempat lain. Menu yang disajikan bisa lebih beragam dan disukai masyarakat.

Untuk update seputar jajanan yang disajikan oleh Lapak Kepayon bisa kunjungi akun medsos-nya di TikTok dan Instagram dengan nama @novilabellin.

Konsumen juga bisa melakukan pemesanan melalui nomor WhatsApp (WA) 085 546 110 012. (*/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #UMKM #kuliner #Kota Blitar