Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Olahan Sabun Daun Mint Dari Bahan Alami di Kota Blitar, Hasilkan Sensasi Dingin dan Menyegarkan

Mila Inka Dewi • Senin, 5 Februari 2024 | 18:09 WIB
ALAMI: Olahan sabun dan sampo mint menciptakan sensasi dingin dan menyegarkan
ALAMI: Olahan sabun dan sampo mint menciptakan sensasi dingin dan menyegarkan

BLITAR - Aneka olahan peppermint ini dibuat oleh masyarakat di Kampung Mint Kota Blitar. Tepatnya di belakang Taman Pakunden, Kecamatan Sukorejo.

Menggunakan bahan-bahan yang sederhana, sabun mint memanfaatkan bahan-bahan alami. "Kami menggunakan bahan-bahan alami yang fresh.

Kalau ada bahan kimia memang itu dibutuhkan untuk proses pembuatan sabun," kata produsen olahan mint Iin Faristine, Sabtu (2/2/2024).

Iin mengatakan olahan sabun itu berbentuk padat dan cair. Prosesnya pun berbeda. Namun, menurutnya lebih simpel pembuatan sabun mint padat. Sebab, tidak membutuhkan banyak alat dan bahan.

Adapun bahan untuk membuat sabun mint yakni, minyak kelapa atau coconat oil, minyak sawit atau palm oil, dan minyak zaitun. Serta tambahan bahan kimia Kalium Hidroksida atau Potassium Hydroxide (KOH).

Perbandingan penggunaan bahan kimia hanya 30 persen saja. Sisanya, memanfaatkan bahan alami dan air. Misalnya, coconat oil, palm oil, dan minyak zaitun sebanyak 90 ml.

Maka campuran air sebanyak 100 ml untuk melarutkan KOH.  "Ini contoh untuk takaran yang kecil. Sebanyak apapun mau membuat, penggunaan bahan kimia hanya 30 persen," jelas perempuan berkacamata ini.

Iin membeberkan, proses pembuatannya sangat mudah. Prosesnya tidak memakan banyak waktu. Hanya, untuk bisa menggunakan sabun mint harus menunggu selama tiga minggu. Sebab, harus menunggu sabun benar-benar padat sebelum siap digunakan.

Untuk membuatnya, air dan KOH dilarutkan dan ditunggu sampai cukup dingin. Sembari menunggu, coconut oil, palm oil, dan minyak zaitun dicampur menjadi satu.

Kemudian di kocok dengan larutan KOH sampai cukup mengembang dan cukup mengental. "Seperti ketika membuat adonan kue kalau diangkat ada jejak tetesannnya," jelasnya.

Setelah itu, sambung Iin, campur essential oil, serbuk mint, serta pewarna pada adonan. Penggunaan warna bisa secara penuh atau hanya sebagai corak sesuai selera. Selanjutnya, adonan siap untuk dicetak dalam cetakan.

"Jangan lupa cetakan itu diberi alas kertas roti. Supaya kalau sudah kering mudah dikeluarkan dan tidak lengket," paparnya.

Penggunaan sabun padat maupun cair seperti sabun pada umumnya. Hanya, ada efek segar dari campuran daun mint tersebut. Selain itu, setelah digunakan kulit terasa halus dan lebih fresh.

"Karena mint punya efek menyegarkan. Jadi setelah dipakai akan ada sensasi dingin dari daun mint itu," tandasnya. (ink/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#daun mint #sabun mint #bahan alami #Kota Blitar