BLITAR - Pemerintah Kabupaten Blitar menyebut angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar menurun. Karena itu, tahun ini ada dua armada minibus yang ditambahkan untuk memperkecil lakalantas di Bumi Penataran.
Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, ada sekitar 189 kasus lakalantas yang melibatkan pelajar pada 2022 . Jumlah itu menurun sekitar 15 persen usai pemerintah memfasilitasi sarana khusus untuk pelajar.
Bupati Rini Syarifah tidak menampik banyaknya kasus lakalantas yang melibatkan pelajar tersebut. Karena alasan ini pula, pemerintah memberikan fasilitas atau bus angkutan khusus untuk pelajar (BANG ANJAR).
“Kasus lakalantas yang melibatkan pelajar cukup memprihatinkan. Untuk itu, fasilitas untuk pelajar ini sebagai salah satu solusi menekan angka kecelakaaan di kalangan pelajar,” katanya.
Dia mengungkapkan, ikhtiar menekan lakalantas pelajar ini juga berkaitan dengan program lain. Misalnya, Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Sehat, dan indeks peningkatan pembangunan manusia.
“Saya berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelajar,” imbuhnya.
Target pemerintah daerah tidak hanya menekan lakalantas pelajar. Namun, hingga tidak ada lagi kasus kecelakaan pelajar alias zero accident.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan, fasilitas pelajar ini memiliki delapan rute. Rute pertama yakni Kuningan–Kanigoro–Sawentar–Kanigoro–Kuningan dengan satu armada.
Rute kedua Kanigoro–Talun–Selopuro–Wlingi dengan dua unit kedaraan. Serta, rute ketiga yaitu Srengat–Wonodadi–Udanawu dengan dua unit kendaraan.
Adapun rute keempat melewati Srengat–Ponggok–Udanawu dengan dua kendaraan. Rute kelima Kanigoro–Sutojayan–Kademangan dengan dua unit kendaraan.
Rute keenam Kanigoro–Garum–Nglegok dengan satu unit kendaraan. Rute ketujuh Gandusari–Wlingi dengan satu unit armada.
Terakhir,rute kedelapan Perempatan Gawang–Kademangan dengan satu unit kendaraan sekolah.
“Bus pelajar ini dimulai dari pukul 05.45 WIB sampai dengan 06.45 WIB, sehingga para pelajar dijamin tidak terlambat masuk sekolah,” ujarnya.
Dia menambahkan, fasilitas pelajar ini tidak hanya untuk berangkat sekolah. Namun sore hari atau saat jadwal pulang juga beroperasi.
“Untuk pelayanan di sore hari dimulai pukul 15.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB, menyesuaikan jadwal pulang sekolah,” pungkasnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila