BLITAR - Kuota haji di Jawa Timur pada musim haji tahun ini bertambah sebanyak 3.800 kursi. Meski begitu, Kota Blitar tidak mendapat kuota tambahan.
Jumlah calon jemaah haji (CJH) reguler yang dipersiapkan berangkat sebanyak 217 orang.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Blitar, Habibu Rohman, Kamis (1/2).
Dia mengaku mengetahui kabar tersebut. Namun hingga Kamis (1/2), kuota haji di Bumi Bung Karno tidak mengalami perubahan.
"Tidak, tidak ada tambahan. Kami tidak tahu, tapi memang sempai saat ini tidak ada," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Tambahan kuota haji reguler dibagi merujuk proporsi jumlah daftar tunggu jemaah haji antarprovinsi.
Jawa Timur mendapat sekira 3.800 kuota tambahan lantaran menjadi provinsi dengan daftar tunggu relatif banyak.
Walaupun tak mendapat kuota tambahan, kata dia, tak mengganggu persiapan para CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini.
Adapun 217 jemaah itu terdiri dari jemaah utama 150 sesuai urutan porsi, prioritas lansia 10 orang, dan 57 orang mengisi daftar cadangan.
"Saat ini kami masih menunggu hasil tes istitaah jemaah. Karena masih sebagian yang hasilnya sudah keluar," jelasnya.
Belum seluruhnya jemaah yang melakukan tes istitaah membuat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) ikut terhambat.
Padahal, pelunasan Bipih terakhir pada Senin (12/2) mendatang. "Syarat pelunasan ini tidak lain harus istitaah secara kesehatan," sambungnya.
Bipih yang harus dilunasi oleh jemaah yakni sebesar Rp 56,04 juta dari total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BIPIH) sebesar Rp 93 juta.
Seluruh jemaah tahun lalu sudah melakukan pelunasan tahap pertama sebesar Rp 25 juta. "Jemaah tinggal perlu melunasi Rp 31 juta biaya sisanya," tuturnya.
Selain itu, saat ini Kemenag juga melakukan proses pembuatan paspor. Dia memastikan untuk CJH urut porsi dan lansia sudah selesai mengurus paspor.
"Tinggal cadangan yang masih perlu proses," tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila