BLITAR – Seorang lansia ditemukan meninggal dunia di Sungai Jari Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun perbatasan Kecamatan Wlingi senin (5/2).
Korban bernama Djumangin, 65, warga Kelurahan Beru Kecamatan Wlingi. Dia diduga terjatuh dari sungai ketika hendak buang air besar.
Kapolsek Wlingi AKP Eko Prasetyo Sanusi mengaku telah melakukan penyelidikan kasus penemuan mayat di sungai tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui yang bersangkutan hendak buang besar di sungai pada Minggu (4/2) dini hari.
Kebetulan rumahnya bersebelahan dengan sungai. Sayangnya, untuk mencapai lokasi buang hajat ini harus melawati turunan sekitar 10 meter terlebih dahulu sebelum sampai di sungai.
“Korban diduga terjatuh dan terbawa arus sungai. Kondisi arus sungai landau dan mayat tidak terbawa arus lebih jauh.
Syukurnya ditemukan mengapung di lokasi yang tidak jauh dari rumah korban,” ujar Eko.
Dia melanjutkan, sang anak yang menunggu korban di rumah curiga karena bapaknya tidak kunjung pulang.
Maka dari itu, anak Djumangin langsung mencari ke sekitar sungai. Namun, 1 jam pencariannya tidak membuahkan hasil.
Pencarian ini dilakukan Senin pagi. Anak korban masih mencari orang tuanya hingga perbatasan Talun dan tetap tidak ada hasilnya.
Senin (5/2), Polsek Wlingi menerima laporan dari Polsek Talun. Intinya, ada penemuan mayat di sungai Jari.
Mayat itu ditemukan oleh petani yang saat itu sedang ke sawah sekitar pukul 13.00 WIB. Akhirnya petani itu melaporkan mayat yang dilihatnya ke perangkat Desa Bajang, dan diteruskan ke Polse Talun.
Polsek Wlingi yang menerima aduan orang hilang di sungai langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).
Lokasi penemuan mayat ini masih masuk wilayah wilayah hukum Polsek Wlingi. Sebab, sungai itu merupakan pembatas kecamatan.
“Ketika kami di lokasi, ciri-cirinya memang benar Djumangi dan kami memanggil keluarganya. Padahal sebelumnya anak korban sempat menelusuri TKP penemuan mayat,” ungkapnya.
Laki-laki 65 tahun itu, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisinya tertelungkup.
Didugan korban jatuh dari bantaran sungai. Selain itu ada luka di hidung dan jidat diduga karena benturan batu.
Usai dievakuasi, kata Eko, korban langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan pemeriksaan visum. Kemudian, korban langsung dimakamkam di rumah duka. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila