BLITAR - Tiga perusahaan otobus (PO) sedang mengurus perizinan ke dinas perhubungan (dishub) provinsi untuk menjadi angkutan khusus ke Bandara Dhoho Kediri. Namun, salah satu di antaranya memilih membatalkan perizinan.
Kepala Terminal Tipe A Patria Verie Sugiharto mengungkapkan, satu PO bus yang membatalkan perizinan itu adalah bus Damri.
PO Damri memilih untuk menarik kembali permohonan tersebut. ”Memang kami dapat informasi kalau bus Damri membatalkan perizinan untuk trayek khusus ke bandara Dhoho Kediri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, selasa (6/1).
Verie mengaku belum mengetahui alasan bus Damri memilih mundur atau menarik perizinan itu. Dia hanya menerima informasi dari dishub provinsi. Kini pihaknya sedang mencoba menghubungi dan mencari tahu alasannya.
Saat ini, ada dua PO bus yang masih mengurus perizinan ke dishub provinsi. Yakni, Bagong dan Harapan Jaya.
Kedua PO bus tersebut masih dalam pembahasan dan kajian lebih lanjut, seperti memastikan kelayakan angkutan. Selain itu, juga memastikan rute penerbangan yang ada di Bandara Dhoho Kediri.
Verie menambahkan, selain trayek juga terkait jumlah angkutan yang dibutuhkan oleh masing-masing PO.
Nah, nantinya akan disesuaikan dengan perkiraan jumlah penumpang di sepanjang rute trayek yang dilalui.
Adapun rute tersebut yakni Terminal Patria, Sanankulon, Srengat, dan Udanawu. Kemudian, Ringinrejo, Kandat, Kota Kediri.
“Nanti transit dulu di Terminal Tamanan sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Dhoho Kediri,” imbuhnya.
Sebelumnya, tiga PO bus sudah mengajukan perizinan ke Dishub Provinsi Jawa Timur. Yakni, Harapan Jaya, Damri, dan Bagong.
Namun, saat masih dalam proses kajian, PO Damri memilih untuk membatalkan perizinan. Dengan demikian, hanya tersisa dua PO yang masih berproses.
“Tentu dengan adanya trayek khusus ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian. Selain itu, juga memudahkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke Bandara Dhoho.
Sembari menunggu peresmian juga masih menunggu rute penerbangannya. Karena berpengaruh untuk jumlah armada yang akan beroperasi,” tandasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila